Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Talkshow Peringati Hari Orangutan Sedunia 2026 Digelar di Tarutung

Rabu, Agustus 19, 2026, 15:10 WIB Last Updated 2026-08-19T08:11:12Z

 


TARUTUNG, kompasone.com - Peringatan Hari Orangutan Sedunia 2026 di Kabupaten Tapanuli Utara ditandai dengan talkshow bertema “Orangutan Tapanuli, Warisan Dunia yang Harus Kita Jaga” di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, Rabu (19/8).


Kegiatan tersebut mengangkat pelestarian Pongo tapanuliensis atau Orangutan Tapanuli yang merupakan salah satu spesies orangutan paling langka di dunia sekaligus satwa endemik yang habitatnya berada di kawasan hutan Tapanuli.


Pesan yang diusung dalam peringatan tersebut adalah “Lindungi Mereka, Lestarikan Kita & Hutan Kita” serta “Aku, Kamu dan Orangutan Satu Alam dan Satu Harapan.”


Dalam diskusi itu, Landscape Batang Toru atau Harangan Tapanuli menjadi salah satu perhatian utama karena merupakan habitat penting bagi Orangutan Tapanuli.


Kawasan tersebut memiliki luas 240.985,21 hektare, dengan sekitar 67 persen berada di wilayah Kabupaten Taput.


Selain menjadi habitat satwa endemik, Harangan Tapanuli memiliki fungsi sebagai sistem penyangga kehidupan bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.


Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan menekankan, perlindungan terhadap kekayaan hayati warisan dunia itu harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.


Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) Novita Kusuma Wardani turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan serta kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung konservasi Orangutan Tapanuli dan Harangan Tapanuli.


Peringatan tersebut dikemas secara edukatif dan interaktif melalui berbagai kegiatan, mulai dari senam pagi, lomba melukis, lomba storytelling, talkshow hingga sesi Pongotopia bersama maskot orangutan.


Pelibatan ratusan siswa SD dan SMP se-Kecamatan Tarutung menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan satwa liar sejak dini.


Kerjasama antara Pemkab Taput, BBKSDA Sumatera Utara, mitra lembaga swadaya masyarakat (NGO) dan unsur sekolah diharapkan ini semakin memperkuat gerakan pelestarian Orangutan Tapanuli serta ekosistem Harangan Tapanuli.


 (Bernat L Gaol)

Iklan

iklan