Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Polemik Ambruknya Jembatan air Matan Kabupaten Seluma, Agus Kisud: Ada Permainan Oknum

Sabtu, Agustus 08, 2026, 15:04 WIB Last Updated 2026-08-08T08:04:29Z

 



Seluma, Kompasone.com - Kasus Jembatan air Matan Seluma akibat kerusakan mendadak jembatan yang melintang di perbatasan Desa Pasar Seluma (Kecamatan Seluma Selatan) dan Desa Rawa Indah (Kecamatan Ilir Talo). Jembatan senilai Rp16 miliar ini ambrol pada bagian oprit dan lantai akibat diterjang banjir pada Senin, 6 April 2026 lalu, padahal baru diresmikan dua bulan sebelumnya pada 6 Februari 2026.


Proyek Jembatan air Matan ini pelaksanaan kegiatan pembangunannya dilaksanakan langsung oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Bengkulu melalui dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sementara itu Dinas Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa mereka hanya sebatas memberikan dukungan teknis.


Dinas Pekerjaan umum sudah menyatakan bahwa struktur utama tiang pancang masih aman, namun kerusakan dipicu oleh tekanan arus air sungai yang bertemu langsung dengan gelombang air laut—faktor eksternal yang diklaim belum masuk dalam perhitungan desain awal. 


Publik menyoroti kualitas bangunan yang cepat rusak seumur jagung dan mendesak adanya audit serta pemeriksaan hukum atas dugaan ketidaksesuaian spesifikasi atau kekurangan volume material timbunan.


Ketua Forum Komunikasi LSM dan Pers Provinsi Bengkulu Agus Suparmin alias Agus Kisud kepada media (8/08/2026) berencana akan melaporkan kasus kerusakan jembatan ini ke kejaksaan tinggi Bengkulu, karena menurut Agus Kisud kerusakan jembatan ini sarat dengan kelalaian dan terindikasi permainan atau kong kalikong antara kontraktor dengan pihak-pihak terkait.


"Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas 

Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa 

Pemerintah, Kasus jembatan Air matan Seluma ini memenuhi unsur kelalaian dan berpotensi ada unsur korupsi dalam pelaksana kegiatan pembangunan jembatan tersebut," tegas Agus Kisud.


Bahkan Agus Kisud dengan tegas mengatakan bahwa perkara ini lebih tepatnya ada permainan antara pihak pihak yang terlibat serta pihaknya akan membawa segera perkara ini ke kejaksaan tinggi Bengkulu.


Mendesak agar Kajati Bengkulu segera memproses laporannya untuk kemudian secepatnya di lakukan proses audit kepada pihak pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan air Matan yang sudah menghabiskan uang negara puluhan miliyar tesebut 


"Ambruk nya jembatan air Matan ini saya menduga justru selain kelalaian ada kongkalingkong antara pihak kontraktor, Dinas BPBD Provinsi dan Dinas PU, kami mendesak agar Aparat penegak hukum jangan menutup mata begitu saja kasus ini , harus segera di dalami dan di lakukan audit kepada mereka yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek pekerjaan pembangunan jembatan ini," tutup Agus Kisud


Sampai berita ini di tayangkan Pihak dinas BPBD Provinsi dan Kontraktor pelaksana belum berhasil di konfirmasi.


Red

Iklan

iklan