Nagan Raya-Aceh, komposone.com - Kisah pilu dialami para Aparatur Sipil Negara( ASN) di lingkungan RSUD SIM Nagan Raya,memasuki bulan ke 6 Tahun 2026 belum menerima TC sama sekali.
Salah seorang ASN yang bertugas dirumah sakit plat merah ini menceritakan betapa bobroknya manajemen RSUD SIM Nagan Raya.
"Hal ini sangat memilukan dan kami sangat tertekan selama ini karena kami tidak bisa protes apapun terhadap apa yang kami rasakan, apalagi status kami ASN tentu jika kami banyak protes dan mempertanyakan hak kami, kami akan terancam di pindahkan," ujar ASN tersebut yang enggan disebut namanya.
Ia meminta kepada Bupati Nagan Raya Bapak TR.Keumangan untuk mengevaluasi kinerja manajemen RSUD SIM Nagan Raya.
"Aatas apa yang kami alami dan banyak nya keluhan kami terkadang tidak bisa kami utarakan menyangkut hak kami yang sampai saat ini belum cair," ungkapnya.
Ia menambahkan, mereka para ASN bekerja dalam tekanan manajemen dan sebagai staff hanya bisa menjalankan apa yang selayaknya dan secara profesional untuk melayani masyarakat. Sebagai nakes mereka tetap menjunjung tinggi nilai pelayan yang baik. Dan mengutamakan keselamatan dan perawatan pasien.
Mereka bekerja dalam tekanan dengan manajemen yang kurang peduli terhadap hak-hak kami sedang kami di tuntut untuk melayani secara profesional.
"Kami berharap segera evaluasi kinerja manajemen RSUD SIM Nagan Raya mengingat selama ini jauh dari profesinal.
Bukannya kami tidak senang dengan penempatan kolega dari Bupati tetapi kami juga berharap adanya pertimbangan untuk bawahan.
Mungkin di lihat dari luar Baik baik saja padahal di dalam sangat rusak dan jauh dari baik.
Tapi ASN tidak berani untuk protes kami takut dan tertekan takut di pindahkan bahkan di kucilkan kami juga ingin aman makanya takut protes.
Mereka bekerja bukan lagi penilaian profesionalitas tapi lebih ke penilaian kedekatan.
"Kamipun mendengar kabar banyak pejabat di RSUD SIM Nagan Raya yang ditempatkan tidak secara prosedural yang benar lebih karena kedekatan emosional atau kolega, maka begini lah jadinya managemen rumah sakit menjadi amburadul.
"Kalau boleh jujur kita ini bukan budak kita di angkat jadi Nakes juga atas pendidikan yang kami tekuni," tutup ASN ini dengan nada penuh harap.
Sementara itu awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada direktur RSUD SIM dr.Ikbal namun hingga berita ini ditayangkan belum direspon meskipun chat melalui WhatsAPP centang dua.
Sedangkan Plt.Sekretaris Daerah Nagan Raya Ir.Hizbulwatan saat dikonfirmasi mengatakan segera mempertanyakan kepada direktur RSUD SIM.
"Terimakasih atas infonya pak besok kami tanyakan persoalan ini kepada direkturnya," kata Hizbulwatan.
(T.Ridwan,SH)
