Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

KDMP Desa Pabian | Bukan buat Rakyat, tapi Mirip Proyek Rahasia Militer di Tengah Hutan!

Kamis, Juni 18, 2026, 19:43 WIB Last Updated 2026-06-19T13:44:51Z

Sumenep, Kompasone.com - Sebuah mahakarya "luar biasa" kembali tersaji di Kabupaten Sumenep. Kali ini, proyek Kios Desa Merah Putih (KDMP) sukses dibangun di lokasi yang sangat strategis, di tengah hutan belantara, tepatnya di Dusun Bato-bato, Desa Pabian, Kecamatan Arjasa.


Sebuah inovasi yang patut diacungi jempol, jika tujuan utamanya adalah melayani kawanan monyet dan pohon-pohon rindang, bukannya mensejahterakan warga desa.


Bagaimana mungkin fasilitas umum yang dicanangkan Presiden untuk mendongkrak ekonomi rakyat justru disembunyikan di tempat yang akses jalannya saja masih berupa makadam hancur? Jangankan warga mau belanja, berniat ke sana saja sudah seperti menguji nyali.


Bukan hanya lokasinya yang ajaib, kualitas materialnya pun tak kalah "mengagumkan". Menurut laporan warga, tim pelaksana dengan sangat kreatif memproduksi batako sendiri di lokasi menggunakan resep rahasia: pasir laut dicampur sedikit pasir hitam dan semen.


Tanpa perlu repot-repot melewati uji laboratorium yang rumit, kualitas batako ini langsung teruji secara natural. Begitu dijatuhkan dari ketinggian satu meter, batako tersebut langsung hancur berkeping-keping. Sungguh sebuah simbol kerapuhan yang nyata dari sebuah proyek yang dibiayai oleh uang rakyat.


Melihat kejanggalan yang teramat kasat mata ini, Rasyid, seorang aktivis pemerhati kebijakan, akhirnya angkat bicara dengan nada geram.

"KDMP atau Kopdes Merah Putih itu harusnya berdiri di tengah pemukiman warga Desa Pabian agar manfaatnya terasa. Kalau dibangun di dalam hutan, mau maju bagaimana? Ini jelas diduga dipaksakan, terkesan hanya mencari keuntungan sepihak tanpa memikirkan asas manfaat bagi masyarakat," tegas Rasyid.


Rasyid juga menuntut pertanggungjawaban dari pihak Agrinas atas penggunaan anggaran yang diduga kuat telah disalahgunakan. Menurutnya, menempatkan proyek di lokasi yang tidak masuk akal seperti ini adalah bentuk penghinaan terhadap program kesejahteraan yang dicanangkan pemerintah pusat.


Tidak sampai di situ, sorotan tajam juga diarahkan kepada Babinsa selaku pengawas pembangunan. Sebagai pihak yang seharusnya mengawasi jalannya proyek, pengawas dinilai tutup mata terhadap lokasi pembangunan yang sama sekali tidak wajar dan kualitas bangunan yang asal-asalan.


Gerah dengan komedi birokrasi ini, Rasyid menyatakan akan segera melaporkan sengkarut pembangunan KDMP di Dusun Bato-bato ini langsung ke Dandim Sumenep agar segera ditindak tegas.


Sementara itu, ke mana perginya sang pelaksana proyek? Bak ditelan bumi, saat tim investigasi turun ke lapangan, sang pelaksana tidak pernah menampakkan batang hidungnya dan memilih bungkam tanpa memberikan klarifikasi resmi sedikit pun.


Tampaknya, bersembunyi adalah keahlian utama mereka, sama seperti proyek KDMP yang mereka sembunyikan di dalam hutan.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan