TAPUT, Kompasone.com – Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP), menegaskan pentingnya pendidikan karakter dan integritas di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pesan tersebut disampaikan JTP saat membuka Sosialisasi dan Pendampingan Program Prioritas Pendidikan Jenjang SD se-Taput di SMA HKBP 2 Tarutung, Senin (15/6). Kegiatan itu diikuti 135 kepala sekolah SD negeri dan swasta dari seluruh Taput.
Menurut JTP, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran, namun tidak boleh menggeser nilai-nilai karakter yang menjadi fondasi utama pendidikan. Sebab, kecanggihan teknologi tidak akan mampu menggantikan hati, perasaan, dan integritas manusia.
“Meskipun zaman dan teknologi semakin canggih, hati, perasaan, dan karakter tidak bisa digantikan mesin. Pendidikan yang bermutu adalah pembentukan karakter dan integritas,” tegasnya.
JTP mengajak para pendidik menjadikan sekolah sebagai tempat membentuk generasi yang disiplin, tangguh, dan berintegritas. Ia juga mencontohkan keberhasilan sejumlah sekolah dalam menanamkan karakter kuat kepada peserta didik tanpa mengabaikan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Selain pendidikan karakter, JTP menekankan pentingnya penguatan kemampuan dasar peserta didik melalui Program TAPAMAJUMA (Taput Maretong, Manjaha, Martorsa).
Program tersebut mendorong siswa untuk terbiasa berhitung, membaca, serta menceritakan kembali apa yang dipelajari agar pembelajaran lebih dipahami secara mendalam.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Taput, Freddy Advent Panjaitan, melaporkan bahwa kegiatan sosialisasi mengangkat lima program prioritas pendidikan, yakni Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), Anak Tidak Sekolah (ATS), pengembangan kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan (GTK), serta pemanfaatan Paparan Interaktif Digital (PID) dan pemutakhiran sarana prasarana pendidikan.
(Bernat L Gaol)
