Jakarta, Kompasone.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) secara resmi menyerukan aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026. Seruan ini disebarkan secara masif melalui akun media sosial resmi mereka, aksi kali ini membawa tajuk seruan "Aksi Menuju Indonesia Bangkrut".
Aksi ini diinisiasi sebagai bentuk protes keras para mahasiswa terhadap kondisi perekonomian nasional dan arah demokrasi negara saat ini yang dinilai kian memprihatinkan.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan (Athof), mengonfirmasi bahwa massa akan mulai memadati area Bundaran HI sejak pukul 10.00 WIB. Pihak mahasiswa juga secara terbuka mengundang elemen masyarakat lain seperti buruh, guru, pedagang, hingga komunitas sipil untuk bergabung menyuarakan kegelisahan yang sama.
"Kami ingin memohon maaf kepada warga Jakarta atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi esok hari. Namun, kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam, sementara kemacetan mobilitas sosial dan lapangan kerja bagi rakyat sudah dipaksakan selama puluhan tahun," ujar Athof dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
5 Tuntutan Utama Mahasiswa
Berdasarkan hasil konsolidasi internal mahasiswa lintas fakultas, aksi demonstrasi besok membawa lima poin tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada pemerintah pusat:
- Setop Pemborosan APBN: Mendesak pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran negara anggaran secara ketat.
- Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM: Memprotes keras kenaikan harga komoditas utama dan BBM seperti Pertamax yang melonjak menjadi Rp 16.250 per liter.
- Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa: Meminta penghentian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
- Hentikan Militerisme di Ranah Sipil: Menolak segala bentuk keterlibatan militeristik dalam ruang-ruang sipil.
- Mendesak Tanggung Jawab Presiden: Meminta Presiden Prabowo Subianto untuk berhenti mengelak dan secara terbuka mengakui kekurangan/kesalahan kebijakan yang merugikan rakyat.
Menurut BEM UI, pertumbuhan ekonomi saat ini hanya terlihat bagus "di atas kertas", sementara realitas di lapangan menunjukkan daya beli masyarakat kian tercekik akibat lonjakan harga beras hingga beban pajak.
>Red
