Bintan, kompasone.com- Pada hari Minggu(19/4) pagi digelar Pesta Perak Gereja dan rekonsiliasi Gereja Katolik Santa Perawan Maria yang beralamat di Desa Telok Sebong, RT01 RW 02, Kec. Teluk Sebong.
Gereja yang sudah berusia 25 tahun ini dalam pembangunannya, memang dari dasar dan dana nya itu dari sosial warga Sungai Kecil, untuk bisa membangunnya.
Jemaah tetap bertekad kuat dan yakin gereja katolik Santa Perawan Maria Sungai Kecil ini lambat laun akhirnya terbangun juga. Ini berkat perjuangan 12 KK di Sungai Kecil.
Pada waktu jurnalis kompasone.com hadiri dalam acara tersebut dan menjumpai ketua panitia Rudi(37). Ia mengatakan sangat bersyukur sekali dengan terbangunnya Gereja Katolik Santa perawan Maria di Sungai Kecil.
" Di tahun2021 itu memang likaliku nya jelas ada. Namun kami tetap yakin gereja ini pasti terbangun. Dan sebelum kami mempunyai tempat sembahyang di sini, untuk mau sembayang itu harus ke Tanjung Uban, yang mana jarak tempuh cukup jauh," ujar Rudi.
Rudi mengatakan lagi, dengan perlahan mereka membangun gereja di koordinir oleh Firginus Nuwa, sejak tahun 1998. Dan di tahun 2021, terbangunlah gereja ini dengan kokoh.
"Untuk mendirikan gereja ini, kami tidak ada minta bantuan sama siapa pun, kami hanya 12 KK untuk membangun gereja ini, dengan cara kemampuan kami di waktu itu. Ada warga di sungai kecil memberi bantuan, di lagoi, dan daerah lainnya," tambah Rudi.
Pada kesempatan itu juga jurnalis kompasone.com, menjumpai pendiri Gereja Santa Perawan Maria, Firginus Nuwa(68). Ia mengatakan pesta perak ini di bangun pada tahun 1998 oleh 12 KK. Ide ini memang darinya di waktu itu, jadi sekarang ini kita ambil titik peresmiannya dari tahun 2021/2026. Jadi sudah berusia 25 tahun.
"Jadi kalau sudah berusia itu, gereja ini di sudah bisa pesta perak, pesta perak itu pengabdiannya masyarakat yang sembahyang di gereja. Ini memang di gunakan sudah begitu lama. Jadi kita sekarang, untuk kedepannya kita gunakan gereja ini dengan baik. Umat yang selama ini sembahyang di Tanjung Uban dengan kita sudah memiliki gereja sendiri di Sungai Kecil. Pakailah tempat ini dengan baik dan dirawat," kata Firginus Nuwa.
Ia bersukur sekali kepada umat yang telah hadir dalam acara pesta perak, yang begitu ramai undangan yang datang. Mulai dari Kepala Desa Simpang Lagoi, bermacam kepala suku, pemuka masyarakat, cerdik pandai, Babin Kamtibmas, Babinsa, serta pers.
Ia mengharapkan sekali persaudaraannya itu terus ada di dalam umat umat beragama. Di dalam gereja ini, harus besyaudara itu kompak, bersatu tidak boleh ada yang tidak baik.
Jadi di adakan nya acara pesta perak ini adalah untuk semua. Fengan bermacam macam acaranya, ada acara penyambutan kepala suku setiap suku agama, dan tarian anak anak, serta pembagian hadiah berupa mejikom, peralatan masak dan yang lainnya.
"Kita di sini dari Indonesia sudah pada berkumpul di sungai kecil ini, baik dari Batak, Flores, Papua, Jawa, dan Melayu sudah ada semua, ada suaminya Buton kawin sama Flores. Ada istrinya Flores kawin sama Batak. Jadi itu semuanya kita sudah ngumpul semua di Gereja Santa Perawan Maria,' ujarnya mengakhiri.
(perwakilan Kepri,Handoko).

