Kepahiang bengkulu, kompasone.com- Kasus dugaan penggelapan uang penjualan kopi senilai Rp4,7 miliar menghebohkan Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Seorang pria berinisial SF, warga Kelurahan Pasar Sejantung, Kecamatan Kepahiang, kini harus berurusan dengan polisi setelah diduga menggelapkan uang hasil penjualan kopi milik mertuanya sendiri.
SF diketahui merupakan menantu dari H. Darusalam (62), warga Desa Kelobak, Kecamatan Kepahiang, yang dikenal sebagai salah satu pengusaha jual beli kopi terbesar di wilayah itu. Dalam kasus ini, SF disebut selama ini dipercaya sebagai orang kepercayaan dan tangan kanan korban dalam mengelola usaha kopi.
Kasus tersebut terungkap setelah korban melaporkan dugaan penggelapan ke Polres Kepahiang dengan nomor laporan polisi LP/B/40/IV/2026/SPKT/POLRES KEPAHIANG/POLDA BENGKULU tertanggal 7 April 2026.
Korban mulai curiga setelah menemukan adanya transaksi jual beli kopi yang dinilai tidak wajar. Kecurigaan itu muncul saat pada 18 Februari 2026, korban menyuruh SF menjual biji kopi kepada seseorang bernama Andi.
Saat itu, SF menyerahkan nota penjualan kepada korban senilai Rp4,4 miliar. Namun, ia menyebut sisa pembayaran akan dilunasi oleh pembeli setelah kopi dibongkar di penampungan yang disebut berada di Lampung atau Medan.
Biji kopi yang dijual diketahui sebanyak 34.400 kilogram atau 34,4 ton. Setelah transaksi itu, SF menyerahkan uang Rp1,5 miliar kepada korban dan mengaku dana tersebut merupakan bagian dari penjualan kopi sebelumnya, dengan sisa uang yang disebut masih Rp2,9 miliar.
Namun, keterangan tersebut menimbulkan kecurigaan. Korban kemudian mengonfirmasi langsung kepada Andi. Dari hasil konfirmasi itu, Andi disebut mengaku bahwa selama ini dirinya selalu membeli kopi secara lunas dan tidak pernah berutang.
Merasa dirugikan, korban akhirnya resmi melapor ke polisi. Dari hasil penelusuran sementara, total kerugian yang dialami korban disebut mencapai Rp4,7 miliar.
Kasus ini kini menjadi sorotan warga setempat lantaran melibatkan hubungan keluarga sekaligus nilai kerugian yang sangat besar.
(Tarmizi)
