Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Konstruksi Pembangunan Jalan Mutiara - Parit Lapis Dipertanyakan, Konstruksi Diduga Tidak Pakai Tikar Besi, Warga Minta Buka RAB

Sabtu, Mei 30, 2026, 16:51 WIB Last Updated 2026-05-30T09:51:28Z

Karimun, Kompasone.com - Proses pembangunan Jalan Mutiara-Parit Lapis diduga tidak menggunakan tikar besi (wiremesh atau tulangan baja) yang seharusnya dipakai dalam pembangunan jalan dengan konstruksi beton, dimana kegunaannya untuk mencegah keretakan akibat beban berat serta perubahan suhu, sehingga apabila hal ini benar terjadi pada pembangunan jalan tersebut, maka rentan cepat dan ambles terutama jika dilalui kendaraan bertonase berat dan sangat berat.


Pembangunan Jalan Mutiara-Parit Lapis yang dikerjakan CV Pembangunan Cipta Karimun ini diketahui menelan anggaran Rp 12.676.178.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026, dengan Nomor Kontrak 984423-053/01-SP/2026, jadi bahan perbincangan bagi sekelompok warga sekitar dah juga para pegiat informasi di Kabupaten Karimun.


Salah seorang pegiat media sosial berinisial Ks yang aktif menyajikan berbagai informasi di karimun, mengatakan pada proyek pembangunan tersebut tidak ada tanda tanda bahwa konstruksinya menggunakan tikar besi untuk menahan beton tersebut agar tidak goyang sangat dilalui kendaraan bermuatan berat, sehingga dapat berpotensi menyebabkan jalan berlobang ataupun rusak dalam waktu yang singkat.


 "Kalau saya perhatikan pada persambungan jalan yang sudah selesai itu tidak ditemukan bahan baku pembuatan tikar, dan pada persambungan juga tidak tampak adanya tikar besi yang siap disambung mengingat jalan akan disambung untuk progres selanjutnya, apalagi ditanah gambut seperti lahan ini, maka hal ini akan saya pertanyakan kepada pengawasnya yakni CV Tiga Pilar Abadi," ujarnya.


Misdi salah seorang warga Parit Lapis mengaku sangat senang dengan adanya pembangunan jalan tersebut, namun apabila benar jalan selebar ini tidak pakai tikar besi, sangat disayangkan loh anggarannya sangat besar tetapi kualitasnya tidak tahan lama. 


"Terkhusus kami sebagai warga parit lapis yang berprofesi sebagai nelayan, sangat terbantu dengan adanya akses jalan ini, namun kalau benar ini tidak sesuai konstruksi, kami sangat kecewa, buat apa jalan ini dibangun kalau cepat rusak.

 Sehingga pengawas dalam hal ini harus jelas, bila perlu kita buka Rencana Anggaran Biayanya (RAB) karena itu merupakan dokumen perencanaan keuangan yang berisi estimasi dan rincian perkiraan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan ini," ujarnya.


Dwi Untung alias Cunheng yang diduga sebagai pemilik CV Pembangunan Cipta Karimun, ketika ingin dikonfirmasi tidak membuahkan hasil. Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan dari pihak perusahaan pelaksana demikian juga dari Badan Kawasan Kabupaten Kabupaten Karimun.


(Baho) 

Iklan

iklan