Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ketua LIN Aceh Berharap Pihak ASDP Aceh Jangan Tutup Mata dan Telinga, Terkait Kisruh Tiket Online Kapal Lambat Sabang-Ulele

Selasa, April 28, 2026, 14:39 WIB Last Updated 2026-04-28T07:39:38Z

 


Sabang- Aceh, kompasone.com - Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Aceh, Bukhari, sangat kesal terhadap pihak Angkutan Sungai, Darat dan Penyeberangan (ASDP) Aceh yang terkesan Tuli dan Tutup mata atas kekisruhan terkait penjualan tiket secara online pada kapal lambat rute Sabang-Ulele.


Masalahnya, masyarakat bahkan pihak DPRK Sabang sudah bermacam cara mengadu kepada pihak ASDP Aceh atas kisruh tiket online tersebut, namun sampai harini blum juga adanya niat baik, untuk mencari solusinya, padahal semua alasan dan keluhan warga khususnya di Sabang sudah capek ber koar-koar baik di media online dan media sosial lainnya. 


"Jadi wajar saja kalau saya katakan pihak ASDP terkesan tuli dan tutup mata, apalagi pihak DPRK Sabang saja yg sudah macam cara dengan menyurati pihak ASDP tapi tidak ada tanggapan apapun sampai hari ini," ujar Bukhari.


Ia berharap kepada pihak ASDP Aceh dan KSOP Sabang, segera duduk dengan pihak-pihak terkait yaitu DPRK yang mewakili masyarakat Sabang dan pihak lainnya, untuk segera adanya solusi terbaik, biar tidak lagi kita dengar keluhan para pengguna kapal lambat khusus rutee Sabang-Ulele. 


Dan perlu kita akui bersama bahwa semua produk secara online memang baik untuk akses cepat, tapi satu sisi kita harus lihat juga kondisi dan tempat yang harus menggunakan secara online. 


"Saya yakin dan percaya bapak-bapak pejabat di ASDP Aceh, sudah sangat paham untuk melihat kondisi di pelabuhan Sabang-Ulele, tidak semuanya pengguna kapal lambat dapat akses tiket kapal melalui online," ungkap Bukhari. 


Harapannya kepada pihak ASDP segera rubah pembelian tiket secara online ke manual, atau dibagi dua online dan manual. Intinya masyarakat tidak ada keluhan lagi, karna pemerintah harus utamakan kepentingan dan kemudahan terhadap masyaraka.


"Jangan malah dipersulit dengan kondisi yang belum semua gunakan alat canggih tersebut," tutup Bukhari.


(T.Ridwan,SH)

Iklan

iklan