Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Dishub Jatim Pastikan Pemeliharaan Pelabuhan Masalembu Sesuai Prosedur dan Transparan

Kamis, April 02, 2026, 19:29 WIB Last Updated 2026-04-02T12:29:55Z

Surabaya, Kompasone.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai anggaran pemeliharaan Pelabuhan Masalembu, Kabupaten Sumenep, tahun anggaran 2023. Dishub Jatim menegaskan bahwa seluruh serapan anggaran telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan teknis dan regulasi yang berlaku.


Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Dr. Nyono, ST, MT, melalui keterangan resminya menyatakan bahwa tudingan adanya ketidakjelasan anggaran ratusan juta rupiah tersebut tidak mendasar. Menurutnya, setiap rupiah yang dikucurkan telah melalui proses audit dan pengawasan ketat.


Terkait anggaran dengan total pagu sekitar Rp400 juta (terbagi dalam dua paket pekerjaan), pihak Dishub Jatim menjelaskan bahwa pemeliharaan pelabuhan tidak hanya mencakup fisik yang terlihat secara kasat mata seperti jalan dermaga, namun juga meliputi aspek keselamatan pelayaran dan fasilitas penunjang lainnya.


Anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan struktur yang mengalami kerusakan akibat korosi air laut, pemeliharaan fender (karet penahan benturan kapal), serta pengecatan marka dan fasilitas keselamatan pelabuhan guna menjaga standar pelayanan minimum.


"Kami fokus pada fungsionalitas dan keselamatan. Meskipun masyarakat melihat kondisi jalan masih bergelombang, fokus utama pada tahun 2023 adalah memastikan struktur dermaga tetap kokoh untuk disandari kapal," jelas perwakilan Dishub Jatim.


Mengenai keluhan masyarakat terkait kondisi jalan dermaga yang rusak dan bergelombang, Dishub Jatim mengakui adanya keterbatasan anggaran jika dibandingkan dengan luas wilayah dan dampak cuaca ekstrem di Kepulauan Masalembu.


"Anggaran 2023 adalah untuk pemeliharaan rutin, bukan rekonstruksi total. Untuk perbaikan jalan dermaga yang rusak berat, kami telah memasukkannya ke dalam usulan rencana kerja (RKPD) tahun berikutnya agar bisa dilakukan perbaikan permanen secara menyeluruh," tambah pihak dinas.


Saya Pertegas bahwa dana pemeliharaan (maintenance) berbeda dengan dana pembangunan (construction). Dana 200-400 juta untuk skala pelabuhan biasanya hanya cukup untuk perbaikan minor/rutin."


"Masalembu memiliki karakteristik cuaca ekstrem yang mempercepat kerusakan infrastruktur, ini bisa menjadi alasan logis mengapa kerusakan tetap terjadi meski ada perawatan."


"Terkait Transparansi bahwa data ini tersedia di LPSE/Sikap jika publik ingin memeriksa keabsahan pemenang tender dan hasil pekerjaannya., tidak ada yang kami sembunyikan dan tidak ada yang kami tutup tutupi. Kami lebih mengedepankan transparansi." 


Menanggapi isu ketidaktahuan petugas di lapangan, Dishub Jatim akan melakukan evaluasi internal guna memperkuat koordinasi antara kantor pusat di Surabaya dengan petugas teknis di wilayah kepulauan.


Hal ini bertujuan agar informasi mengenai progres pekerjaan rekanan dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh jajaran, termasuk koordinator di Pelabuhan Masalembu.


Dishub Jatim juga mengapresiasi peran serta masyarakat dan media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, diharapkan informasi yang disampaikan tetap berimbang dan mengacu pada data administrasi yang ada di sistem pengadaan pemerintah.


Dinas Perhubungan Jawa Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur transportasi laut di wilayah kepulauan demi mendukung konektivitas dan ekonomi masyarakat Jawa Timur, khususnya di kepulauan terluar seperti Masalembu.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan