Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Jawa Corruption Watch Mendukung Program Sekolah Rakyat

Sabtu, Maret 28, 2026, 11:49 WIB Last Updated 2026-03-28T04:50:19Z
Iwan Mulyawan Koordinator Jawa Coruption Watch

Kuningan, kompasone.com - Sesuai dengan Visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045'. Visi itu akan diwujudkan dengan 8 misi yang disebut Asta Cita.


Prabowo-Gibran mengusung 8 misi atau Asta Cita yang berisikan tentang pengokohan ideologi hingga demokrasi. 


Prabowo-Gibran juga berjanji memperkuat pembangunan SDM, melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi demi negeri, meningkatkan lapangan kerja hingga soal reformasi politik, hukum dan birokrasi.


Berikut Asta Cita Prabowo-Gibran :


1. Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).

2. Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

3. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.

4. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

5. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

6. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

7. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.

8. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan Makmur.


Salah satunya adalah program pendidikan sekolah rakyat.


Menyikapi program Sekolah Rakyat, langkah yang tepat adalah mendukung penuh inisiatif ini sebagai upaya pemerataan pendidikan bagi keluarga kurang mampu untuk memutus rantai kemiskinan. Penting untuk memastikan kualitas pengajaran setara dengan sekolah reguler, fokus pada pendidikan karakter/vokasi, serta mengawal transparansi anggaran. 


Berikut adalah poin-poin penting dalam menyikapi program Sekolah Rakyat, hal ini di sampaikan oleh Ketua Koordinator Jawa Corruption Watch Jawa Barat. Muliawan A, SE /Iwan, yang mendukung penuh program Aswacita Bapak Presiden Prabowo bahwa JCW Korwil Jabar akan terus mengawal program tersebut, yang mana ada kekhawatiran bahwa program strategis ini bagus dari atas tapi malah tidak bagus dibawah. Untuk itu kami JCW Korwil Jabar akan terus melakukan monitoring dilapangan, agar program ini berjalan sesuai dengan Aswacita Bapak Presiden Prabowo.


 Kita tidak berharap muncul permasalah di daerah. Kenapa hal ini saya sampaikan.? Hati-hati saja.! Seperti rencana program pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuningan, yang mana informasi yang di dapat, bahwa Sekolah Rakyat akan di bangun di Desa Cikandang Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan dengan luasnya sekitar 7 Hektar dan kalau tidak salah anggaran tersebut akan memakan biaya yang cukup besar sampai sampai tembus ratusan miliar untuk satu sekolah plus sarana dan prasarana yang wajib disediakan dalam proses pembangunan tersebut. 


Bahwa memang betul daerah daerah hanya menerima kunci setelah fasilitas sekolah itu terbangun/jadi, tapi hal lain yang berkaitan dengan penggunaan barang dan jasa lainnya itu dipastikan harus dipenuhi oleh daerah masing-masing, hal ini saya khawatir muncul masalah baru hehehe pungkas Ketua Koordinator JCW Jawa Barat, sekaligus mengajak masyarakat semuanya untuk ikut :

- Dukungan Penuh (Inklusivitas): Sekolah Rakyat adalah wujud nyata keadilan sosial untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin/ekstrem. Program ini fokus pada pendidikan dasar hingga menengah dengan pendekatan berasrama, memungkinkan pengawasan intensif 24 jam.

- Fokus pada Karakter dan Vokasi: Sekolah ini diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan teknis (vokasi) dan karakter kebangsaan yang kuat untuk langsung bekerja atau berwirausaha.

- Kritis dan Pengawalan: Penting untuk memastikan sarana prasarana memadai, kompetensi guru setara dengan sekolah reguler, dan menghindari risiko segregasi sosial.

"Sekali lagi, saya berharap masyarakat ikut terlibat dan harus turut mengawasi agar program ini benar-benar berdampak, bukan sekadar proyek politis. Dan sinergi daerah atau Pemerintah daerah diharapkan aktif membangun dan memelihara sekolah ini sebagai bagian dari komitmen mencerdaskan bangsa," ujar Iwan.


Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat dipandang sebagai solusi krusial untuk membuka peluang berprestasi bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.


Arif Rahman 

Iklan

iklan