Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Turut Berduka Cita untuk Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

Rabu, Februari 11, 2026, 08:17 WIB Last Updated 2026-02-11T01:17:56Z

 


Surabaya, kompasone.com - Malam Selasa, 10 Februari 2026, menjadi waktu yang getir bagi Kota Pahlawan. Surabaya kehilangan salah satu putra terbaiknya. Dominicus Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Surabaya yang dikenal gigih, menghembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Perjuangannya melawan kanker hati terhenti, meninggalkan duka bagi keluarga, sanak saudara, kawan, sahabat dan masyarakat Surabaya.


Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh kolega dekatnya, Deni Wicaksono, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur. Dengan nada bicara yang berat, Deni melepas kepergian sosok yang akrab disapa Cak Awi tersebut.

Telah berpulang saudara kita, Ketua DPRD Surabaya Mas Adi Sutarwijono. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan YME,” ujar Deni dengan penuh haru.


Sosok yang Peka Terhadap Keresahan Warga

Lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968, Adi tumbuh dari keluarga sederhana. Sang ayah, seorang guru SD, mewariskan ketekunan yang membawanya menamatkan studi di FISIP Universitas Airlangga. Namun, sebelum dikenal sebagai orator di gedung dewan, Adi adalah pemegang pena yang tajam.


Ia mengasah integritasnya sebagai jurnalis di Harian Surya dan Majalah Tempo, bahkan sempat menjabat sebagai Pemimpin Redaksi di Beritajatim.com.


Dunia pers membentuknya menjadi politisi yang tidak hanya pandai bicara, tetapi juga peka terhadap keresahan warga.


Karier politiknya di PDI Perjuangan melesat sejak 2012. Amanah sebagai Ketua DPRD Surabaya selama dua periode (2019–2024 dan 2024–2029) menjadi bukti nyata besarnya kepercayaan publik padanya. Meski sempat mengalami dinamika internal di partai pada 2025, dedikasinya untuk Surabaya tak pernah luntur hingga titik darah penghabisan.


Penghormatan Terakhir

Malam ini, jenazah almarhum direncanakan terbang dari Jakarta menuju Surabaya. Berdasarkan informasi keluarga, prosesi persemayaman akan dilangsungkan di Grand Heaven Surabaya agar kerabat, sahabat, dan warga yang mencintainya dapat memberikan penghormatan terakhir.


Surabaya mungkin kehilangan suaranya di parlemen, namun jejak langkah Cak Awi sang jurnalis yang bertransformasi menjadi pelayan publik akan tetap abadi dalam ingatan kota ini. Selamat jalan..


(Burhan)

Iklan

iklan