Sumenep, Kompasone.com – Panggung birokrasi Sumenep mendadak berubah jadi arena layar lebar. Bukan sembarang film, tapi sebuah drama kolosal bertajuk "Perebutan Kursi Sekda". Di depan layar, penonton disuguhi prosedur administrasi yang rapi jali. Tapi di balik layar? Wah, sepertinya sang "Sutradara" sedang asyik memainkan orkestrasi kekuasaan yang bikin dahi berkerut.
Kabar terbaru dari markas BKPSDM Sumenep sukses bikin geger. Dari 8 pendekar yang awalnya lolos seleksi administrasi, kini satu per satu mulai "berguguran". Setelah satu nama gugur di awal, kini dalam tahapan penilaian kompetensi (assessment), satu nama lagi menyusul masuk kotak.
Berdasarkan pengumuman Nomor 13/Pansel.JPT Pratama SMP/II/2026 tertanggal 5 Februari 2026, kini hanya tersisa 6 kandidat yang masih bertahan hidup.
Kejutan paling menyengat adalah tumbangnya dua nama besar yang selama ini dianggap punya "taring" tajam: Arif Firmanto (Kepala Bappeda) dan Eri Susanto (Kadis PUTR). Arif dikabarkan mundur tanpa alasan yang jelas bahkan Kepala BKPSDM, Benny Irawan, mengaku tak menerima surat pengunduran diri resmi. Sementara itu, Eri Susanto harus rela menyandang status TMS (Tidak Memenuhi Syarat) berdasarkan hasil assessment BKD Jatim.
Pengamat politik kawakan, Achmad Djoni Tunaedy (Bung Jon), mencium aroma persaingan yang makin mengerucut. Menurut eks legislator ini, meski tersisa 6 nama, sejatinya panggung hanya milik dua orang: Chainur Rasyid (Inung) dan Agus Dwi Saputra.
Namun, Bung Jon memberikan prediksinya yang cukup "pedas":
"Kalau mau jujur-jujuran, di luar nilai assessment, ada faktor Proximity Approach atau kedekatan. Agus punya kans paling besar. Dia potensial mengunci kursi Sekda, sementara Inung mungkin hanya akan jadi 'Kuda Hitam' di bursa kali ini," cetus Joni.
Bung Jon juga menyoroti soal loyalitas. Baginya, Sekda bukan cuma soal pintar di atas kertas, tapi soal seberapa "se-visi" dia dengan sang penguasa.
Agus Dwi Saputra: Jebolan IPDN, sempat di Disdik lalu geser ke DPMD.
Chainur Rasyid (Inung): Sarjana Ekonomi, tapi rekam jejaknya melanglang buana dari Pengairan hingga ke Pertanian (DKPP).
Berikut adalah 6 nama yang akan adu mekanik di Hotel Swiss-Belinn, Surabaya pada 6-7 Februari 2026 dalam tahapan penulisan makalah dan wawancara:
No | Nama Kandidat Saat Ini
1-Agus Dwi Saputra
2-Chainur Rasyid
3-Achmad Dzulkarnain
4-Ferdiansyah Tetrajaya
5-Moh. Iksan
6-R. Abd. Rahman Riadi
Publik kini bertanya-tanya: Apakah seleksi ini murni Merit System (berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja) atau justru hanya formalitas untuk melegitimasi sosok yang sudah "dikunci" sejak awal?
Dengan gugurnya kandidat-kandidat kuat seperti Arif dan Eri, karpet merah seolah sedang digelar. Pertanyaannya, untuk siapa? Kita lihat saja siapa yang paling mampu "menari" dengan indah di depan Bupati nanti. Karena pada akhirnya, hasil assessment hanyalah rekomendasi tiga nama, tapi hak prerogatif Bupati-lah yang menjadi penentu ketuk palu terakhir.
(R. M Hendra)
