Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Rahasia Terselubung di Balik Kematian Ratusan Ikan DEWA

Minggu, Februari 08, 2026, 21:42 WIB Last Updated 2026-02-08T15:11:44Z
Bupati Kuningan DR. H. DIAN RAHMAT YANUAR MSi dan Wabup Hj. TUTI ANDRIANI



Kuningan, kompasone.com - Hari ini Minggu 8 Pebruari 2026 sejak awal terjadinya kematian massal Ikan DEWA, terdata sudah mencapai 700 ekor yang mati.


Tentunya bagi khusus warga Desa Cigugur menjadi geram dan marah atas kinerja pihak Pemda dalam menangani Kasus Luar Biasa ini .


"Ikan DEWA kan Asli dari Cigugur, ikan ini termasuk ikan langka di Dunia dan hanya ada di kabupaten Kuningan. Kok terkesan lambat nangani ?," ucap beberapa warga Desa Cigugur dan dua orang pemerhati lingkungan dari kelompok AKAR serta dua orang dari LSM MPK kepada Arif Jurnalis kompasone.com saat dimintai tanggapannya berkenaan Kasus Luar Biasa ini.


Menurut Yadi Sekretaris MPK ( Masyarakat Peduli Kuningan ) pihaknya sangat menyayangkan dan prihatin atas peristiwa ini dan soal penanganannya yang terkesan lambat.


"Tim dari Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan sejak 3 Pebruari sudah lakukan penelitian, namun hingga hari belum juga ada hasilnya," ujar Yadi.



Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani SH, MKn dalam kesempatan sidak di area kolam Cigugur membenarkan bahwa Tim Peneliti dari Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan hingga hari ini Minggu 8 Pebruari 2026 belum memberi kabar hasil dari uji laboratorium.


"Ya kita saat ini pokus bagaimana sesegera mungkin menyelamatkan ikan yang tersisa dan kita janganlah saling menyalahkan dalam peristiwa ini. Pihak Pemda untuk sementara ini kan sudah lakukan langkah langkah preventif seperti menguras air kolam dan perihal urugan beton yang di dalam area kolam ini besok akan di keruk dan akan dikembalikan kondisinya seperti keadaan dasar kolam yang seperti dulu lagi," jelas Wabup Hj Tuti Andriani SH, MKn kepada Arif Jurnalis kompasone.com.


Sementara itu Bupati Kuningan DR. H. Dian Rahmat Yanuar MSi di sela sela acara HUT Partai GERINDRA kepada kompasone.com mengatakan bahwa peristiwa kematian massal Ikan DEWA , pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin agar Ikan ini terselamatkan dan jangan sampai punah.


" Ya kita ikhtiar, semoga saja upaya yang dilakukan bisa menyelamatkan populasi ikan langka ini," ujar Bupati 


Raden Jaka Rumantaka adalah salah satu pewaris populasi Ikan DEWA dan keturunan ke 4 Buyut Pangeran Kyai Madrais dengan nada geram, mengatakan bahwa pihaknya setelah peristiwa kematian massal ikan DEWA, akan segera mengambil langkah tegas terhadap Pemda Kuningan.


"Saya ini kan keturunan asli dari Buyut Pangeran Kyai Madrais, dimana kalau di rujuk ke sejarah masa lalu, intinya bahwa area kolam Cigugur dan populasi Ikan DEWA ini diamanatkan harus di urus karena ikan ini termasuk ikan langka. Peristiwa ini membuat warga desa Cigugur jadi kecewa dan marah, pokoknya kami akan menuntut agar pemeliharaan ikan DEWA ini diserahkan kepada kami warga Desa Cigugur, karena memang ini berada di area wilayah kami kok," tegas Raden Jaka Rumantaka kepada jurnalis kompasone.com.


Lebih lanjut Raden Jaka yang didampingi Ir. Maman Suparman sesama warga asli desa Cigugur dengan tegas bernada geram mengatakan bahwa pihaknya akan lakukan tuntutan itu secara formil melalui surat menyurat atau bahkan akan dilakukan Gugatan Class Action terhadap Pemkab Kuningan bila diperlukan.


Liputan :

Arif Rahman

Ka.Biro Kuningan Jabar 




Iklan

iklan