Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Rekonstruksi Fakta dan Narasi Integritas | Di Balik Amanah Baru Indra Wahyudi

Sabtu, Februari 28, 2026, 18:57 WIB Last Updated 2026-02-28T11:58:09Z

Sumenep, Kompasone.com - Dinamika birokrasi seringkali membawa kisah lama ke permukaan, terutama saat seseorang dipercaya mengemban tanggung jawab strategis. Hal inilah yang dialami Indra Wahyudi, ST., MT., yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep.


Munculnya kembali narasi terkait rekam jejak hukum beliau di tahun 2013 seolah menjadi bumbu dalam perjalanan kariernya. Namun, bagi publik yang cerdas, melihat sebuah peristiwa haruslah secara utuh, bukan lewat potongan fragmen yang kehilangan konteks.


Perlu ditegaskan kembali bahwa proses hukum yang pernah dilalui Indra Wahyudi terkait proyek jalan Bragung-Prancak telah mencapai titik final yang terang benderang. Pada 6 Februari 2017, Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis Bebas Tanpa Syarat.


Majelis Hakim secara objektif menilai bahwa Indra Wahyudi tidak terbukti menikmati hasil korupsi maupun melakukan pelanggaran hukum seperti yang dituduhkan. Fakta menariknya, dari empat pihak yang diproses, beliau adalah satu-satunya yang diputus bebas murni. Secara hukum dan moral, integritas beliau telah dipulihkan sepenuhnya melalui putusan pengadilan tersebut.


Alih-alih terjebak dalam pusaran isu yang sifatnya repetitif, Indra Wahyudi memilih untuk menjawab keraguan dengan kerja nyata. Saat ini, di bawah kepemimpinan beliau, Diskominfo Sumenep tengah tancap gaaas melakukan akselerasi pada beberapa program strategis, di antaranya


Optimalisasi E-Katalog. Memperjuangkan apresiasi terhadap karya tulis jurnalistik sebagai bagian dari penguatan ekosistem informasi.


Pemerataan Infrastruktur yaitu Penyediaan akses digital hingga ke pelosok Sumenep agar tidak ada lagi kesenjangan informasi.


Transparansi Berbasis Elektronik. Memperkuat tata kelola pemerintahan (E-Government) yang akuntabel dan transparan.


"Publik Sumenep sudah sangat cerdas. Mereka butuh hasil kerja nyata, bukan sekadar rumor yang diolah sedemikian rupa. Kami sangat menghargai kritik, namun kritik haruslah berbasis data, bukan asumsi tendensius," ungkap pihak internal Diskominfo secara diplomatis.


Dalam sebuah sesi dialog E-katslog sambil menikmati kopi santai di Kedai Romadhan, Sumekar (26/2/2026), Indra Wahyudi menunjukkan sikap tenangnya. Tidak ada nada defensif, yang ada hanyalah aura pemimpin yang sudah selesai dengan masa lalunya.

Dengan senyum tipis, beliau memberikan pernyataan singkat yang sarat makna.


"Tugas saya adalah melayani masyarakat Sumenep. Mengenai isu-isu di luar sana, biarkan hukum dan waktu yang membuktikan. Fokus saya hari ini adalah kerja, kerja, dan kerja."


Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa bagi Indra Wahyudi, energi terbaiknya bukan digunakan untuk berdebat dengan masa lalu, melainkan untuk membangun masa depan digital Kabupaten Sumenep yang lebih inklusif.


Kembalinya Indra Wahyudi ke posisi strategis bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari ketangguhan mental dan pembuktian integritas yang telah diuji oleh waktu. Saatnya publik berpindah dari narasi lama menuju diskusi tentang inovasi.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan