Pandeglang, kompasone.com — Partai Golkar Kabupaten Pandeglang memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang akan digelar pada Senin, 16 Februari 2026. Keputusan tersebut ditetapkan melalui rapat pleno internal yang berlangsung pada Jumat (13/2/2026), sebagai bagian dari tahapan konsolidasi organisasi menjelang pergantian kepengurusan lima tahunan.
Rapat pleno dipimpin langsung Ketua DPD II Golkar Pandeglang H. Gunawan bersama Sekretaris Uus Usamah, serta dihadiri jajaran pengurus dan unsur fraksi di DPRD. Forum tersebut menjadi titik penentu dimulainya rangkaian resmi Musda, mulai dari pembentukan perangkat panitia hingga penetapan jadwal dan mekanisme penjaringan calon ketua.
Ketua penyelenggara pleno yang juga Steering Committee Musda XI, Habibi Arafat, menyampaikan bahwa seluruh perangkat pelaksana telah dibentuk untuk memastikan agenda berjalan tertib dan sesuai ketentuan organisasi. Panitia, kata dia, langsung bergerak menyiapkan kelengkapan administrasi, materi persidangan, serta tahapan teknis pendaftaran bakal calon ketua.
Menurut Habibi, Musda bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi selama satu periode terakhir. Selain itu, Musda diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas kader hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Panitia sudah membuka tahapan pendaftaran bakal calon ketua. Seluruh kader yang memenuhi syarat dipersilakan mendaftar sesuai jadwal yang ditentukan. Mekanisme verifikasi dan pengembalian berkas juga sudah kami siapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, skema penetapan tetap mengacu pada aturan organisasi. Apabila hingga batas akhir pendaftaran hanya terdapat satu nama calon yang mendaftar dan memenuhi syarat, maka proses penetapan dimungkinkan dilakukan secara aklamasi melalui forum Musda.
“Prinsipnya transparan dan terbuka. Semua tahapan disiapkan agar tidak menimbulkan polemik serta tetap menjaga marwah organisasi,” kata dia.
Agenda Musda XI ini akan menentukan arah kepemimpinan dan strategi politik lima tahun ke depan untuk periode 2025–2030. Karena itu, panitia menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh pemilik suara dan unsur kader dalam setiap tahapan.
Dukungan terhadap pelaksanaan Musda juga datang dari unsur organisasi sayap, termasuk AMPG setempat. Sekretaris AMPG Pandeglang, Aga Nugraha, menyatakan jajaran pemuda partai siap mengawal proses hingga selesai sebagai bentuk komitmen menjaga regenerasi dan kesinambungan kepemimpinan.
Ia menilai Musda menjadi panggung strategis untuk melahirkan figur ketua baru yang mampu memperkuat struktur, memperluas kerja politik, serta menjawab tantangan elektoral ke depan.
“Harapan kami, pelaksanaan Musda berlangsung aman, lancar, dan demokratis. Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid, progresif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, seluruh rangkaian persiapan kini dipercepat. Konsolidasi internal terus dilakukan agar Musda XI benar-benar menjadi forum strategis—bukan hanya memilih ketua baru, tetapi juga merumuskan arah gerak organisasi untuk lima tahun mendatang.
(Ali hamzah)
