Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Panen Raya Padi 753 Hektare, Pandeglang Disorot sebagai Sentra Pangan

Rabu, Februari 11, 2026, 21:21 WIB Last Updated 2026-02-11T14:22:04Z

Pandeglang, kompasone.com – Yayasan Bhakti Bela Negara menggelar panen raya padi seluas 753 hektare di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Rabu (11/2/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.


Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani yang menghadiri kegiatan tersebut mengapresiasi peran yayasan dan para petani dalam menjaga ketahanan pangan. Menurut dia, petani memiliki posisi strategis dalam memastikan ketersediaan pangan daerah maupun nasional.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan petani yang telah bekerja keras. Petani adalah pejuang pangan yang memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Dewi.


Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang terus mendorong program pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya melalui penggunaan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan tanpa menurunkan produktivitas. Bahkan, hasil panen disebut berpotensi mencapai hingga 12 ton per hektare.


Bupati juga berharap pengembangan padi varietas PS-08 yang saat ini ditanam di Desa Sukarame dapat diperluas ke wilayah lain di Pandeglang guna meningkatkan produksi dan pendapatan petani.


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan mengatakan panen raya ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo dalam mendorong swasembada pangan, khususnya di Provinsi Banten. Ia menyebut Pandeglang menjadi salah satu daerah penopang produksi pangan di tingkat provinsi.


“Pandeglang memberikan kontribusi besar terhadap produksi pangan di Banten. Karena itu daerah ini sangat strategis dijadikan lokasi panen raya dalam rangka memperkuat swasembada pangan,” ujar Riza.


Pendampingan program dilakukan tim Yayasan Bhakti Bela Negara sejak awal tanam hingga panen, meliputi proses penanaman, perawatan, serta penyesuaian teknis budidaya sesuai kondisi lahan dan cuaca.


Salah satu petani, H Awing, mengaku merasakan keunggulan benih yang digunakan. Dari lahan satu hektare, ia melihat pertumbuhan tanaman lebih baik dengan jumlah anakan lebih banyak dan hasil lebih optimal.


“Pertumbuhannya sangat bagus, anakan padinya banyak dan hasilnya lebih maksimal,” katanya.


Staf Khusus Menko Pangan Irna Narulita Dimyati mengapresiasi inisiatif penanaman padi organik tersebut. Menurut dia, varietas PS-08 memiliki keunggulan karena cukup ditanam satu batang, namun mampu menghasilkan hingga sekitar 75 anakan.


Ia berharap model budidaya padi organik itu dapat diterapkan lebih luas di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan swasembada pangan nasional.


Panen raya ini turut dihadiri Pembina Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Aji, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial Mayjen TNI Rionardo, Sekretaris Menteri Koperasi Ahmad Zabadi, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Prof Dr Anny Mulyani, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, serta Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi.


(Ali hamzah)

Iklan

iklan