TAPUT, kompasone.com -Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menegaskan komitmennya dalam memperluas inklusi dan literasi keuangan daerah, khususnya untuk memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pertanian sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Sekda Taput Henry Sitompul saat Bimbingan Teknis Penyusunan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Sumatera Utara Tahun 2026 yang digelar di Medan, Jumat (6/2).
Dalam forum tersebut, Sekda Taput mengusulkan sejumlah program strategis yang difokuskan pada perluasan akses pembiayaan formal bagi UMKM, peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha dan petani, serta dukungan pembiayaan berkelanjutan bagi sektor pertanian unggulan daerah.
Menurutnya penguatan akses keuangan merupakan kebutuhan mendesak agar UMKM dan petani mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha secara sehat.
“UMKM dan sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Tapanuli Utara. Melalui peran TPAKD, kami berupaya memastikan pelaku UMKM dan petani memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” ujar Henry Sitompul.
Dia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembiayaan informal yang berisiko.
Selain menyasar pelaku usaha dan petani, Pemkab Taput turut mendorong peningkatan literasi keuangan bagi pelajar dan aparatur sipil negara (ASN) guna membangun budaya keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
(Bernat L Gaol)
