Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Jambore Kader PKK Taput 2026 Soroti Penguatan Program Desa

Kamis, Februari 12, 2026, 13:43 WIB Last Updated 2026-02-12T06:43:26Z

TAPUT, kompasone.com – Jambore Kader PKK Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 digelar selama dua hari, 12–13 Februari 2026, di Jetun, Silangit, Kecamatan Siborongborong.


Kegiatan multidimensional ini dibuka langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, Kamis (12/2), dan diikuti Ketua serta kader TP PKK dari tingkat kabupaten hingga desa se-Taput.


Jambore itu merupakan salah satu bentuk pendalaman fungsi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai organisasi kemasyarakatan yang bertujuan memberdayakan keluarga dalam berbagai aspek, termasuk kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kebersihan lingkungan, dan kemandirian keluarga.


PKK dikenal karena sepuluh program pokoknya, seperti gotong royong, pangan, pendidikan keterampilan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan — yang semuanya menjadi fokus kerja kader di desa dan kecamatan.


Dalam sambutannya, Bupati JTP menegaskan bahwa jambore bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat soliditas, memupuk solidaritas, serta memperlancar koordinasi lintas wilayah.


Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bagi para kader untuk saling bertukar pengalaman, strategi, dan praktik baik dalam menjalankan peran mereka di desa masing-masing.


“Kita patut bersyukur atas kesehatan dan kesempatan berkumpul dalam suasana kebersamaan. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat sinergi hingga ke desa,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.


Bupati juga menyoroti pentingnya menguatkan peran PKK dalam program pembangunan desa.


JTP juga meminta kader untuk terus menebarkan Program SAITAPAIAS, sebuah inisiatif lokal yang digelorakan untuk meningkatkan kebersihan dan penataan lingkungan di desa-desa.


Selain itu, Bupati menekankan dukungan terhadap Program MBG serta pemenuhan kebutuhan SPPG berdasarkan potensi yang ada di desa dan kecamatan, bukan mengandalkan sumber dari luar daerah.


“Kita harus memberdayakan potensi desa dan kecamatan kita sendiri. Kebutuhan program sebaiknya dipenuhi dari daerah kita, bukan dari luar,” tegasnya, menggarisbawahi pentingnya kemandirian lokal dalam pembangunan desa.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menyampaikan apresiasi atas semangat peserta yang hadir dari seluruh pelosok Taput.


 Dia juga menekankan pentingnya kesatuan persepsi dalam menjalankan sepuluh program pokok PKK, khususnya dalam konteks desa yang beragam secara sosial dan budaya.


Ny. Neny juga menyoroti tantangan kader dalam era modern, seperti kebutuhan penguatan karakter, kemampuan public speaking, serta ketertiban administrasi yang semakin menjadi penentu keberhasilan pelaksanaan program.


“Tertib administrasi adalah fondasi keberhasilan PKK, karena dari situ kita dapat mengukur capaian dan merancang tindak lanjut yang efektif,” ujarnya.


Pada tahun 2025, TP PKK Kabupaten Taput mencatat prestasi pada lomba tingkat provinsi, termasuk nominasi dan juara di berbagai kategori seperti tertib administrasi, UP2K, serta lomba cerdas cermat bukti nyata sinergi antara PKK dan pemerintah daerah dalam pemberdayaan keluarga.


Terpisah para pengurus dan peserta PKK berharap jambore ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menginspirasi lahirnya inovasi program yang bisa diterapkan secara berkelanjutan di desa-desa.


(Bernat L Gaol).

Iklan

iklan