Sumenep, Kompasone.com - Desa Pangarangan bersolek dalam kekhusyukan yang megah. Tepat pada Rabu, 11 Februari 2026, Pondok Pesantren Mathaliul Anwar kembali membuktikan eksistensinya sebagai poros pendidikan Islam terbesar di jantung Kota Sumenep melalui perhelatan tahunan Khatmil Qur’an Putri dan Haul Akbar Pendiri Pondok Pesantren.
Ribuan santriwati dengan anggun menuntaskan titah suci Al-Qur'an, menciptakan atmosfer haru sekaligus bangga di hadapan ribuan pasang mata yang memadati area pesantren.
Kemeriahan acara ini tidak hanya terletak pada jumlah massa yang masif, namun juga pada kualitas tamu yang hadir. Tampak di barisan kursi kehormatan, sosok putra daerah yang kini menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah, hadir memberikan restu dan apresiasinya terhadap kemajuan pesantren yang memiliki ribuan santri dari berbagai penjuru Nusantara ini.
Tak ketinggalan, Kepala Desa Pangarangan bersama deretan tokoh masyarakat ternama di Sumenep turut memberikan penghormatan pada momentum haul ini, mempertegas bahwa Mathaliul Anwar adalah simpul perekat silaturahmi di ujung timur Pulau Madura.
Ada yang berbeda dan semakin menambah "nyawa" pada perhelatan kali ini. Gema ayat suci dan doa-doa yang dilangitkan terdengar begitu jernih ke langit ke 7, menggelegar, dan menyentuh kalbu berkat dukungan teknis dari Al-Kinza Audio System.
Sebagai raksasa sound system kebanggaan Sumenep yang telah melanglang buana hingga ke luar Pulau Jawa, Al-Kinza memberikan pengalaman audio yang spektakuler. Kualitas suara yang dihasilkan membuat ribuan jemaah yang hadir tetap terpaku, larut dalam kekhusyukan yang dibalut kemegahan teknologi audio masa kini.
Bagi masyarakat Sumenep, agenda rutin Mathaliul Anwar bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah momen refleksi untuk mengenang jasa pendiri pesantren sembari merayakan keberhasilan para santri. Dengan manajemen acara yang rapi dan antusiasme penonton yang luar biasa, Khatmil Qur'an 2026 ini sukses besar dan meninggalkan kesan mendalam.
Sebuah perpaduan sempurna antara keteguhan tradisi pesantren, kedekatan dengan tokoh bangsa, dan sentuhan modernitas yang elegan.
(R. M Hendra)
