Kuningan, kompasone.com - Maraknya penjualan Obat di kabupaten Kuningan Jabar membuat semua warga Kuningan bertanya penuh keheranan.
"Masa Polisi dan TNI gak tahu klo yang jualan Obat itu ada dimana mana ? Padahal kan di setiap Kecamatan ada Polsek juga ada Koramil iya gak ?," tutur beberapa warga penuh keheranan.
Seperti itulah ilustrasi pertanyaan yang terdengar oleh Anggota DPRD Kuningan dan yang tersampaikan dan terdengar pula oleh pihak Pemda Kuningan.
"Kami di DPRD juga sebetulnya sudah dengar dan tahu tentang peredaran Obat marak hampir di setiap pelosok di wilayah Kabupaten Kuningan ini. Kami akan coba berkomunikasi dengan pihak Pemda juga dengan pihak Polres dan Kodim karena kami mendengar juga di balik peredaran Obat Terlarang itu di sinyalir pasti ada Backingnya" ucap H. Toto Tohari SE Plt. Ketua Partai GERINDRA DPC Kuningan Jabar.
![]() |
| H. Toto Tohari SE Plt. Ketua GERINDRA DPC Kuningan dan Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani SH , MKn |
Kepada awak media lebih detil H. Toto Tohari SE mengatakan bahwa pihak DPRD di semua Kabupaten tidak punya kewenangan untuk memanggil Kapolres ataupun Dandim berkenaan dengan sesuatu yang bersifat kasuistik, kecuali DPR di pusat yang punya kewenangan memanggil pihak Kepolisian ataupun pihak TNI untuk dengar pendapat dari suatu peristiwa yang sifatnya kasusistik
Sementara itu Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani SH , MKn kepada awak media berjanji akan di bahas di tingkat Korpimda.
"Ya nantilah kita agendakan untuk bahas masalah peredaran Obat ini di tingkat Unsur Muspida dan ini harus dituntaskan karena generasi muda harus diselamatkan dari jerat NARKOBA ", jelas Wabup Hj. Tuti Andriani kepada awak media.
Liputan :
Arif Rahman
Ka.Biro Kuningan Jabar

