Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bupati Yahukimo Tegaskan Pentingnya Perlindungan Guru dan Sekolah dalam Rapat Koordinasi Pendidikan

Sabtu, Februari 28, 2026, 14:29 WIB Last Updated 2026-02-28T07:29:13Z

YAHUKIMO, kompasone.com — Didimus Yahuli memimpin rapat koordinasi bersama kepala satuan pendidikan dan mitra pendidikan se-Kabupaten Yahukimo guna membahas situasi keamanan yang berdampak pada dunia pendidikan di Kabupaten Yahukimo.


Rapat tersebut menjadi momentum penting menyusul insiden pembakaran gedung sekolah dan pembunuhan guru yang terjadi belakangan ini. Pemerintah daerah menilai peristiwa tersebut sebagai kemunduran besar bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Yahukimo.


Dalam arahannya, Bupati Didimus Yahuli menegaskan bahwa pendidikan adalah jendela dunia dan fondasi utama pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga sekolah dan melindungi para guru demi masa depan generasi Yahukimo.


“Yahukimo bisa dibangun oleh generasi Yahukimo sendiri. Untuk itu kita harus siapkan SDM yang terdidik dan berkualitas. Gedung sekolah dan guru-guru harus kita jaga bersama,” tegasnya.


Ia juga menekankan bahwa tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan wartawan merupakan profesi kemanusiaan yang wajib dilindungi sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, perbedaan pandangan politik maupun ideologi tidak boleh menjadikan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai sasaran kekerasan.


“Kalau ada perbedaan ideologi atau pandangan politik, sasarannya bukan lembaga pendidikan dan kesehatan. Dua lembaga ini adalah representasi pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan para kepala sekolah agar mengelola Dana Pembiayaan Operasional Sekolah (POS) secara transparan dan tepat sasaran. Dana tersebut harus digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, melengkapi sarana prasarana, serta mendukung kesejahteraan guru, bukan untuk kepentingan pribadi.


Ia turut memberikan motivasi kepada para guru, khususnya guru asli Yahukimo, agar tetap semangat dalam mengabdi meski menghadapi tantangan di lapangan.


Sementara itu, perwakilan guru dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK menyampaikan aspirasi dan keresahan mereka terkait situasi keamanan yang membatasi aktivitas belajar mengajar. Para guru menegaskan bahwa mereka adalah tenaga pendidik murni, bukan bagian dari aparat keamanan maupun institusi lainnya.


“Kami murni guru yang siap mengabdi mendidik anak-anak Yahukimo. Kami hanya meminta jaminan keamanan agar tugas kemanusiaan ini bisa berjalan dengan baik,” ujar salah satu perwakilan guru.


Menanggapi hal tersebut, Bupati memberikan apresiasi atas sikap dan komitmen para guru. Ia memastikan pemerintah daerah bersama seluruh unsur masyarakat akan berupaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif.


Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah berencana membangun pagar di setiap sekolah guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi guru serta peserta didik.


Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Bupati Yahukimo, Asisten II, Kepala Dinas Pendidikan, pimpinan OPD, Ketua PGGY, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, kepala suku, serta perwakilan masyarakat.


Dengan adanya komitmen bersama tersebut, diharapkan pelayanan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Yahukimo dapat kembali berjalan normal dan situasi keamanan segera pulih demi keberlangsungan pendidikan generasi Yahukimo.


 Vekson Aliknoe

Iklan

iklan