CIAMIS, kompasone.com - Relawan Kemanusiaan Ciamis (RKC) menggelar audiensi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis guna mempertanyakan keterbukaan penyaluran bantuan kesehatan. Dalam pertemuan tersebut, RKC menyoroti adanya dugaan pemotongan anggaran bantuan oleh oknum di tingkat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa.
Ketua RKC, Heru, menegaskan bahwa audiensi ini tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan pihak mana pun. Menurutnya, RKC hadir sebagai mitra kontrol sosial agar penyaluran dana zakat, khususnya bantuan kesehatan, benar-benar sampai kepada penerima manfaat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami datang bukan untuk menyalahkan, tetapi ingin mendorong evaluasi menyeluruh terhadap jajaran UPZ di Ciamis agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai prosedur,” ujar Heru dalam audiensi tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA mengaku terkejut dengan adanya informasi dugaan pemotongan bantuan. Ia menyampaikan bahwa selama ini pihak Baznas menilai penyaluran bantuan berjalan dengan baik dan tidak menemukan kendala berarti di lapangan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada RKC. Dengan kedatangan ini, kami jadi mengetahui persoalan yang terjadi di tingkat UPZ desa,” kata H. Lili.
H.Lili menegaskan bahwa Baznas Kabupaten Ciamis akan melakukan evaluasi dan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan. Ia juga menekankan komitmen Baznas dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana zakat.
Audiensi tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis. Kedua belah pihak sepakat pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan relawan kemanusiaan demi memastikan bantuan tersalurkan secara adil, tepat sasaran, dan sesuai regulasi.
RKC berharap, hasil audiensi ini dapat menjadi langkah awal perbaikan sistem pengawasan di tingkat UPZ, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat di Kabupaten Ciamis semakin meningkat.
(AL)
