Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

280 Sekolah di Taput Terapkan Program 5 Hari Sekolah

Rabu, Februari 11, 2026, 12:10 WIB Last Updated 2026-02-11T05:11:04Z

 


TAPUT, kompasone.com - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pendidikan setempat resmi menerapkan Program 5 Hari Sekolah di 280 satuan pendidikan, terdiri dari 227 SD dan 53 SMP.


Sekolah yang melaksanakan program ini diprioritaskan bagi yang telah menerima MBG sejak 9 Februari 2026.


Plt Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Utara, Betty Sitorus, menegaskan bahwa kebijakan ini telah melalui kesepakatan bersama antara pihak sekolah, orangtua, dan komite sekolah.


“Program ini tidak diberlakukan secara sepihak. Semua sudah melalui rapat bersama dengan orangtua dan komite sekolah. Pengaturan waktu belajar juga disusun agar anak-anak tetap nyaman, tidak terbebani, dan tetap bersemangat,” tegas Betty kepada sejumlah wartawan Rabu (11/2).


Program 5 Hari Sekolah itu lanjut Betty merupakan sistem pembelajaran dari Senin hingga Jumat, dengan Sabtu dan Minggu sebagai hari libur.


"Konsekuensinya, jam belajar per hari menjadi lebih panjang dibandingkan pola enam hari sekolah,"terangnya.


Betty juga menjelaskan, tujuan utama program ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguatan pendidikan karakter, sekaligus memberi ruang lebih bagi siswa untuk berinteraksi dengan keluarga serta mengembangkan minat dan bakat di luar sekolah.


“Dengan lima hari sekolah, anak-anak memiliki waktu istirahat yang cukup di akhir pekan dan lebih banyak waktu bersama keluarga. Ini bagian dari upaya kita membangun pendidikan yang lebih berkualitas dan seimbang,” ujarnya.


Dia berharap penerapan Program 5 Hari Sekolah itu berjalan efektif dengan manajemen waktu yang baik serta pengawasan yang berkelanjutan.


Terpisah sejumlah kepala sekolah dan guru mendukung terhadap Program 5 Hari Sekolah tersebut.


Menurut mereka program itu sudah melalui kesepakatan bersama orangtua dan komite sekolah dengan pengaturan jadwal yang baik meski jam pelajaran per hari lebih panjang.


Namun demikian pihak sekolah berharap program tersebut terus dievaluasi secara berkala agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi masing-masing sekolah.


(Bernat L Gaol)

Iklan

iklan