PasBar, kompasone.com – Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah toko (ruko) di kawasan Simpang Tigo, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, pada Sabtu (24/1) siang.
Insiden yang terjadi menjelang tengah hari ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp200 juta.Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun api yang cepat membesar meludeskan seluruh isi dua tempat usaha, yakni sebuah barbershop dan toko pakaian.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Handoko,SE,MM membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, laporan diterima sekitar pukul 11.55 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Ali Sadikin (54), api diduga kuat berasal dari bagian dapur Pandawa Barbershop. "Api muncul dari arah dapur Barbershop. Sepertinya ada aktivitas memasak yang ditinggal pemiliknya, sehingga api cepat membesar dan merembet ke bangunan sebelah," ujar Ali, yang merupakan tetangga korban.
Dugaan sementara, api dipicu oleh kelalaian saat memasak. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Dua unit tempat usaha yang terbakar berada dalam satu deret dan ludes tak tersisa yaitu Pandawa Barbershop milik Iyal (48) dan Toko Pakaian milik Dewi (50). Handoko menyebut, sesuai assesment awal dilapangan total kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp200.000.000. Seluruh barang dagangan dan peralatan kerja dilaporkan tidak sempat diselamatkan karena kecepatan kobaran api."Kerugian ditaksir mencapai dua ratus juta rupiah. Kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, terutama di musim kemarau ini," tegas Handoko.
Respons Cepat Tim Pemadam KebakaranTim gabungan pemadam kebakaran dikerahkan segera setelah menerima laporan. Sebanyak 10 personel dari Armada Mobil Damkar Posko Simpang Empat, didukung 8 personel dari Posko Kinali, tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Khairil Ihwan selaku Kasi Pencegahan Kebakaran.
Berkat kesigapan tim, api berhasil dilokalisir dan dikuasai dalam waktu 30 menit."Api berhasil kami kuasai dalam waktu setengah jam. Setelah api padam, personel melanjutkan proses pendinginan selama 30 menit berikutnya untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersembunyi," jelas Khairil.Proses pengamanan area juga melibatkan personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Disela sela penanganan dilapangan Khairil Ihwan kembali mengingatkan dan menekankan pentingnya langkah preventif dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran.
"Sangat diharapkan agar masyarakat menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) baik di rumah kediaman maupun di tempat usaha. Ini sangat krusial sebagai langkah antisipasi pencegahan dini dan penanganan cepat saat muncul api permulaan sebelum armada kami tiba," pungkasnya.
(Y/K)
