Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Program MBG di Karaton Majasari Resmi Berjalan, Sasar 3.000 Orang per Hari

Selasa, Januari 06, 2026, 22:55 WIB Last Updated 2026-01-06T15:56:12Z

Pandeglang, kompasone.com — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Karaton Majasari resmi beroperasi di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (60/01/2025). Dapur ini menargetkan pemenuhan gizi bagi sekitar 3.000 penerima manfaat setiap hari.


Kepala SPPG Karaton Majasari James Walker mengatakan penerima manfaat program MBG berasal dari berbagai kelompok prioritas, yakni pelajar lintas jenjang pendidikan, ibu hamil, serta balita.


“Total sasarannya sekitar 3.000 orang, mulai dari siswa TK, SD, MI, MTs, MA, hingga ibu hamil dan balita,” kata James.


Ia menjelaskan, sekitar 2.000 penerima manfaat berasal dari kelompok balita. Sisanya merupakan pelajar dan ibu hamil yang membutuhkan asupan gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan.


Untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan, pengelolaan dapur MBG Karaton Majasari mengacu pada standar Badan Gizi Nasional (BGN). Seluruh petugas dapur diwajibkan menerapkan sanitasi ketat, penggunaan alat pelindung diri, serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP).


“Kami menerapkan standar BGN, seperti penggunaan masker dan sarung tangan, kewajiban mencuci tangan, serta SOP yang wajib dipatuhi seluruh petugas,” ujarnya.


Selain itu, penyusunan menu makanan melibatkan tenaga ahli gizi guna memastikan kandungan nutrisi dan gramasi makanan sesuai kebutuhan penerima manfaat.


“Ada ahli gizi yang mengatur kandungan dan takaran gizi, sehingga tidak asal memasak,” kata James.


Ia menambahkan, distribusi makanan juga dibatasi untuk mencegah risiko keracunan. Makanan harus dikonsumsi dalam rentang waktu maksimal 4 hingga 6 jam setelah dimasak.


Sementara itu, mitra pelaksana dari Yayasan Citra Bakti Banten Muhamad Nufus menyampaikan bahwa peluncuran dapur MBG dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi dan kesiapan operasional terpenuhi.


“Launching dilaksanakan setelah semua persyaratan dan kesiapan dapur selesai,” kata Nufus.


Ia mengatakan, pelaksanaan program MBG di Karaton Majasari juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sekitar 75 persen relawan dapur berasal dari warga lokal, sementara bahan pangan mengutamakan potensi wilayah sekitar.


“Sekitar 75 persen relawan berasal dari warga sekitar dapur, dan bahan pangan kami utamakan dari potensi lokal,” ujarnya.

Dalam pendistribusian makanan, pengelola membatasi jarak layanan maksimal 6 kilometer dari dapur untuk menjaga kualitas makanan dan ketepatan waktu distribusi.


Nufus menegaskan, seluruh pelaksanaan program MBG di Karaton Majasari berjalan sesuai dengan SOP dan standar Badan Gizi Nasional.


(Ali hamzah)

Iklan

iklan