Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Lucunya "Kambing Susulan Bumdes Meddalan" Mau Ngibul Kok Tanggung? | Camat Lenteng Diam Itu Emas atau Takut?

Senin, Januari 26, 2026, 10:56 WIB Last Updated 2026-01-26T03:56:33Z

 


Sumenep, Kompasone.com – Desa Meddelan lagi nggak baik-baik saja. Ibarat bisul yang sudah matang, berbagai borok dugaan korupsi di desa ini akhirnya pecah dan baunya menyengat ke mana-mana. Gerah melihat tanah kelahirannya dijadikan "ajang bancakan", aktivis muda Khoirus Soleh alias Eros, mulai pasang badan dan siap mengobrak-abrik ketenangan kantor Camat Lenteng.


Bayangkan, di tahun 2025 saja, Meddelan sudah dihantui deretan proyek misterius. Mulai dari TPT (Tembok Penahan Tanah) sampai pengaspalan jalan yang muncul tanpa papan nama. Masyarakat dipaksa menebak-nebak: ini proyek negara atau sumbangan gaib?


Namun, yang paling bikin geleng-geleng kepala adalah drama BUMDes Kambing. Anggarannya selangit ratusan juta rupiah tapi barangnya cuma ada 16 ekor. Ini kambing atau berlapis emas?


Eros menyoroti taktik "pemadam kebakaran" yang dilakukan oknum di sana. Setelah kasus ini viral dan jadi gorengan media, tiba-tiba muncul pembelian kambing susulan di Januari 2026.


"Ini apa-apaan? Mau main sulap? Masa pengadaan tahun 2025, tapi belinya baru sekarang setelah ribut-ribut. Kalau nggak ketahuan, itu duit mau dimakan sendiri? Jangan ajari rakyat cara main drama murahan," semprot Eros dengan nada pedas.


Menurutnya, aksi tambal sulam ini bukan sekadar kelalaian, tapi indikasi kuat adanya upaya mempermainkan hukum. Logikanya sederhana: beli barangnya telat, pertanggungjawabannya ya gelap.


Sementara itu, Camat Lenteng, Supardi, seolah memilih jadi "penonton setia". Meski ponselnya aktif dan tahu wilayahnya sedang membara, ia tetap bungkam seribu bahasa saat dikonfirmasi awak media. Sikap diam sang pimpinan wilayah ini justru memperkuat kecurigaan publik: ada apa dengan Camat?

Tuntutan Aktivis:


Sidak Segera, Camat jangan cuma duduk manis di kursi empuk; segera turun ke lokasi proyek siluman.


Panggil Kades, Audit total semua realisasi anggaran 2025 yang terkesan asal-asalan.


Audiensi Terbuka, jika tak ada tindakan tegas, massa siap menggeruduk kantor Camat untuk minta pertanggungjawaban.


"Catat ini, kami nggak akan tinggal diam. Meddelan bukan tempat untuk para pencuri uang rakyat!" pungkas Eros.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan