Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Insiden Baliho Roboh Lukai Siswa, DPRD Pandeglang Soroti Lemahnya Pengawasan Sekolah

Selasa, Januari 27, 2026, 21:57 WIB Last Updated 2026-01-27T14:57:36Z

Pandeglang, kompasone.com – Sebuah tiang penyangga baliho roboh di halaman SMAN 6 Pandeglang akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu pagi. Peristiwa itu terjadi saat siswa kelas XII mengikuti kegiatan dokumentasi angkatan dan menyebabkan beberapa siswa mengalami luka-luka.


Kegiatan tersebut diikuti 291 siswa dari total 321 siswa kelas XII. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini mengakibatkan sembilan siswa mengalami luka-luka, dengan rincian enam siswa luka ringan dan tiga siswa lainnya mengalami luka cukup serius.


Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Agus Khatibul Umam, pada Selasa (27/01/2026), menekankan pentingnya kehati-hatian pihak sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan siswa, terutama yang menggunakan jasa vendor pihak ketiga.


Ia menilai pihak sekolah seharusnya lebih selektif dalam memilih vendor dan tidak hanya mempertimbangkan faktor biaya murah tanpa memperhatikan kualitas serta aspek keselamatan.


“Sekolah harusnya lebih berhati-hati. Kalau ada kegiatan, vendor itu harus diperhatikan. Jangan hanya mencari yang murah tapi kualitasnya buruk. Kalau sudah terjadi seperti ini, jelas merugikan dan membahayakan siswa,” ujar Agus Umam.


Meski mengakui peristiwa tersebut sebagai musibah, Agus menegaskan bahwa antisipasi tetap harus dilakukan ke depan. Menurutnya, lemahnya pengawasan dalam kegiatan sekolah berpotensi menimbulkan risiko serius, terlebih kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah.


Ia juga mempertanyakan urgensi kegiatan dokumentasi angkatan semacam itu. Menurutnya, kegiatan perpisahan tidak harus dilakukan secara berlebihan dan berisiko.


“Perlu atau tidak kegiatan seperti ini? Ini bukan acara yang terlalu penting. Seharusnya cukup tasyakuran sederhana saja,” katanya.


Agus menambahkan, pihak sekolah perlu mempertimbangkan secara matang manfaat dan mudarat dari setiap kegiatan. Ke depan, ia mendorong agar acara perpisahan dilaksanakan secara sederhana dan aman bagi siswa.


Selain itu, ia juga meminta Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan untuk memberikan himbauan dan pengawasan kepada sekolah-sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.


(Ali)

Iklan

iklan