Cirebon, kompasone.com - Jalan santai menjadi salah satu dari sekian rangkaian Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80. Kemarin (15/12) ada pertandingan olahraga, seni, antar satuan kerja (satker).
H.Slamet,S.Ag.,M.Pd. Plt. kepala kantor Kemenag Kab. Cirebon, menjelaskan rangakaian kegiatan ada berbagai pertandingan seperti bulu tangkis, tenis meja, jalan santai, kemudian ada door prize-nya yang menarik.
Ada empat atau lima hadiah, sepeda listrik dan tabungan emas dari BSI. Itu dari hadiah olahraga. Kemudian dapat tabungan emas dari BSI. Sebagai sponsor, BSI memberi hadiah tang menarik, yaitu tabungan emas.
"HAB Ke-80 puncaknya nanti akan di adakan di Tasikmalaya tanggal 3 Januari 2026 untuk Kementerian Agama se Jawa Barat. Jadi, kalau bahasa saya, HAB itu kayak hajatannya orang Kemenag, lah. Lebaran-lebarannya," ujar H. Slamet.
Turut mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ditambah instansi vertikal. Ada dari Pengadilan Agama (PA), ada Badan Pertanahan Nasional (BPN), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan anak kemitraan, kemudian dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dari ormas keagamaan, dan perwakilan agama-agama, karena namanya juga Jalan Sehat Harmoni. Jadi, perwakilan semua agama hadir.
H. Slamet menambahkan HAB ke-80 ini, ia memberi tema Jalan Sehat harmoni, dalam rangka memberi pesan khusus kepada masyarakat.
Fokusnya, menjaga harmonisasi di kehidupan ini. Kalau dulu, kan, orang seperti belum selesai masalah akidah, Sekarang urusan akidah sudah selesai. Tinggal bagaimana sekarang membina, mempersatukan.
Apapun ras, suku, golongan, agama sudah enggak, sudah enggak jadi topik lagi. Kita sekarang sudah harus bersama. Makanya itu. Dan kalau bersama bisa, kalau enggak bersama, itu yang biasanya enggak bisa.
H. slamet,S.Ag.,M.Pd. berharap dengan di selenggarakannya kegiatan HAB Ke-80 ini, Kemenag hadir bukan hanya untuk orang per orang, kelompok per kelompok, tapi hadir untuk semua.
Semua lapisan masyarakat, semua instansi, kemudian semua suku, agama, ras, dan seterusnya. Dahulu, masyarakat tahu Kemenag hanya ketika mau naik haji. Padahal, di Kemenag ini banyak program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, banyak sekali.
Bayangkan saja, dari mulai zakat, wakaf, kemudian pendidikannya, majelis taklimnya. Jadi, hampir semua lini ada di Kemenag.
"Nah, itu kita pingin hadir di tengah-tengah semuanya, di tengah berbagai agama, di tengah berbagai warga masyarakat yang berbeda ragam suku, bahasa, adat istiadat, dan lain-lain. Kita, kalau dari agama sih, menjadi orang yang manfaat buat orang lain, lah, begitu," pungkasnya.
"Khairunnas anfa'uhum linnas." [Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya].
[tohirakmal]


