Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Workshop Branding Fesyen Dorong Taput Jadi Pusat Wastra Nasional

Senin, November 10, 2025, 18:56 WIB Last Updated 2025-11-10T15:54:27Z

 


TARUTUNG, kompasone.com -Dari kawasan wisata rohani Salib Kasih Siatas Barita, Tapanuli Utara Senin (10/11) siang digelar Workshop Branding Subsektor Fesyen.


Acara itu sebuah kegiatan penting yang mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang kriya dan fesyen berbasis kearifan lokal.


Workshop ini dihadiri Anggota DPR RI sekaligus tokoh nasional yang peduli terhadap pengembangan ekonomi kreatif, antara lain Lamhot Sinaga (Wakil Ketua Komisi VII DPR RI), Samuel J.D. Wattimena (Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus desainer nasional), serta Sabar Norma Megawati Panjaitan selaku Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).


Turut hadir pula Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, anggota DPRD Taput Fraksi Golkar, jajaran Forkopimda, Staf Ahli TP PKK Taput Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, dan para pelaku UMKM serta penenun dari berbagai kecamatan di Tapanuli Utara.


Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir.


Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga warisan tenun ulos.


“Mari bersama-sama membantu 6.000 penenun di Taput menjaga dan mengembangkan warisan leluhur ini. Semoga kegiatan ini menjadi momentum nyata untuk mengangkat martabat para penenun dan pelaku UMKM,” ujar Neny.


Ia menambahkan harapannya agar kegiatan tidak berhenti pada seremonial, tetapi berlanjut menjadi gerakan berkelanjutan.


“Kerinduan saya, Taput bisa menjadi pusat wastra tenun di Indonesia. Kita punya potensi besar, seperti Dame Ulos yang sudah membuktikan kualitasnya hingga tingkat nasional,” katanya.


Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


“Ada sekitar 6.000 pengrajin di Taput yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Kegiatan ini membuka pintu bagi dunia luar untuk melihat karya masyarakat kita. Kolaborasi seperti ini penting agar kerajinan kita semakin dikenal dan bernilai tinggi,” ungkapnya.


Direktur Arsitektur dan Desain Kemenparekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat branding produk fesyen berbasis budaya lokal.


“Produk bagus saja tidak cukup. Diperlukan strategi branding yang mampu bercerita tentang makna di balik setiap karya. Ulos Taput memiliki keunikan dan kekuatan cerita yang harus terus digali,” ujarnya.


Sementara itu, desainer nasional Samuel J.D. Wattimena menilai Taput memiliki potensi besar dalam dunia fesyen berbasis kain tradisional.


“Para penenun di sini luar biasa. Namun kita butuh data lengkap agar potensi ini bisa dikelola berkelanjutan. Kain tenun bukan sekadar bahan pakaian, tapi warisan budaya dengan nilai seni tinggi,” katanya.


Dalam sesi utama workshop yang dipimpin langsung oleh Samuel, para peserta mendapat pelatihan tentang strategi membangun identitas merek, pengembangan desain, dan strategi pemasaran produk fesyen berbasis lokal sesuai tren global.


Para pelaku UMKM dan penenun terlihat antusias berdiskusi dan mempraktikkan ide-ide baru yang disampaikan.


Kegiatan ditutup dengan peninjauan stand pameran yang menampilkan produk unggulan Tapanuli Utara, mulai dari tenun ulos, busana berbahan lokal, hingga kuliner khas daerah. Workshop ini menjadi langkah nyata untuk menjadikan Tapanuli Utara sebagai pusat wastra dan ekonomi kreatif berbasis budaya yang berdaya saing tinggi.


(Bernat L Gaol)

Iklan

iklan