Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

83 Warga Sipil Yahukimo Mengungsi ke Tengah Hutan Usai Himbauan Operasi Militer di Dekai

Jumat, November 14, 2025, 19:25 WIB Last Updated 2025-11-14T12:25:42Z

Dekai-Yahukimo, kompasone.com — Sebanyak 83 warga sipil di Kabupaten Yahukimo terpaksa mengungsi dan menetap di tengah hutan setelah adanya himbauan rencana operasi militer TNI–Polri di wilayah Ibu Kota Dekai pada Rabu, 12 November 2025. Informasi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di area Jalan Gunung.


Himbauan mengenai akan dilakukannya operasi militer itu berkembang menjadi asumsi publik, sehingga warga yang bermukim di sekitar Jalan Gunung memilih mengungsi: sebagian menuju Kota Dekai, sementara sebagian besar lainnya melarikan diri ke dalam hutan.


Dalam pengungsian tersebut terdapat anak-anak, ibu hamil, serta 31 pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, termasuk bapak-bapak dan ibu-ibu. Mereka saat ini bertahan tanpa layanan medis, tanpa jaminan kesehatan, serta tanpa pasokan makanan yang memadai.


Warga menyayangkan bahwa rencana operasi ini dilakukan tanpa persiapan lokasi pengungsian dan tanpa menyediakan kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, maupun obat-obatan. Akibatnya, masyarakat yang memilih mengungsi mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk tempat tinggal dan konsumsi sehari-hari.


Warga sipil yang kini berada di hutan mengaku kecewa dan menilai hal ini sebagai bentuk kelalaian pemerintah pusat maupun daerah yang gagal memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat sipil sebagai warga negara Indonesia.


Sesuai himbauan yang beredar, masyarakat diberi waktu dua minggu untuk mengosongkan wilayah Jalan Gunung, sehingga sejak tanggal 12 November warga sudah meninggalkan rumah dan hingga hari ini belum dapat kembali.


Saat ini para pengungsi tersebar di 3 lokasi hutan dan 9 titik kamp pengungsian. Ketersediaan makanan sangat terbatas sehingga mereka hanya mengonsumsi apa yang bisa ditemukan di alam. Para pengungsi juga meminta dukungan doa dari berbagai pihak agar situasi dapat segera membaik.


Terkait rencana operasi militer, TNI–Polri disebutkan dapat melaksanakan kegiatan kapan pun tanpa pemberitahuan rinci, termasuk penyisiran di wilayah Jalan Gunung, Ibu Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo. Oleh karena itu, masyarakat meminta pemantauan ketat dari semua pihak, terutama lembaga-lembaga pembela kemanusiaan, terhadap perkembangan situasi di Yahukimo.


AKp

Iklan

iklan