Labuhanbatu, kompasone.com – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman utama MTsN 1 Labuhanbatu pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Meskipun gerimis mengawali pagi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat seluruh peserta upacara yang terdiri dari guru, staf tata usaha, dan ratusan peserta didik untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib dan penuh hikmat.
Kegiatan tahunan ini kembali dilaksanakan sebagai bentuk komitmen madrasah dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada seluruh civitas akademika. Penyelenggaraan upacara di tengah cuaca yang kurang bersahabat justru menjadi bukti nyata ketangguhan dan keseriusan seluruh pihak dalam menghormati jasa para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan ideologi Pancasila.
Penghormatan kepada bendera Merah Putih yang dikibarkan pun dilakukan dengan khidmat, menggambarkan kesadaran kolektif akan arti penting persatuan dan kesatuan bangsa.
Bertindak selaku pembina upacara dalam kesempatan yang berharga ini adalah Serka Dody Arief Nurhayat, yang merupakan Babinsa Kelurahan Kartini dari Koramil 08/RP, Kodim 0209/Labuhanbatu.
Dalam amanatnya yang penuh wibawa, Serka Dody menegaskan dengan lugas bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial belaka tanpa adanya pendalaman makna yang substantif. Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa esensi dari peringatan ini adalah momentum untuk merefleksikan dan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan zaman yang kian kompleks.
Beliau juga menekankan pentingnya menumbuhkan sikap nasionalisme serta meneguhkan komitmen seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk secara aktif menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Serka Dody mendorong para siswa untuk tidak hanya menghafalkan butir-butir Pancasila, tetapi lebih penting lagi, menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai luhurnya dalam interaksi sosial sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Menurutnya, generasi muda yang kuat karakter kebangsaannya adalah pondasi utama untuk menjawab segala bentuk ancaman terhadap ideologi negara.
Upacara yang penuh makna ini turut dihadiri secara langsung oleh Kepala MTsN 1 Labuhanbatu, Bapak Mustafa Kamal Nasution, S.Pd.I., M.Pd., yang tampak hadir sejak awal dan mengikuti seluruh prosesi dengan khidmat. Kehadiran beliau didampingi secara penuh oleh seluruh Wakil Kepala Madrasah, dewan guru, serta staf tata usaha, yang bersama-sama membentuk barisan teladan bagi para siswa.
Keikutsertaan seluruh pimpinan dan tenaga kependidikan ini bukan hanya sebagai bentuk kehadiran fisik, melainkan sebuah pesan moral tentang pentingnya memberikan contoh nyata dalam menghormati simbol-simbol dan nilai-nilai kebangsaan.
Mereka berdiri tegak di barisan terdepan, menunjukkan komitmen kolektif instansi pendidikan di bawah Kementerian Agama ini dalam membina mental dan karakter peserta didik yang berlandaskan Pancasila. Peran aktif para guru dalam kegiatan semacam ini diharapkan dapat memantik kesadaran siswa bahwa pengamalan Pancasila adalah kewajiban setiap warga negara.
Di sisi lain, tanggung jawab sebagai pelaksana teknis upacara dipercayakan sepenuhnya kepada tim Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 1 Labuhanbatu yang dikomandoi secara profesional oleh Pembina OSIM, Bapak Epriwan, S.Pd.
Para anggota OSIM yang terdiri dari siswa-siswa terpilih tersebut menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, mulai dari protokol upacara, pengatur lapangan, hingga pemandu acara, menunjukkan tingkat kedisiplinan dan kepemimpinan yang patut diacungi jempol.
Dinamika upacara semakin terasa berwibawa dan semarak dengan iringan penuh semangat dari Drumband GP Tama MTsN 1 Labuhanbatu, yang berhasil menciptakan atmosfer kebanggaan nasional dan mengobarkan semangat juang para peserta upacara. Alunan lagu-lagu perjuangan yang dibawakan oleh drumband berhasil membangkitkan emosi kebangsaan dan menambah kekompakan seluruh barisan, membuktikan bahwa semangat tidak boleh padam oleh rintikan hujan. Kerja sama yang apik antara OSIM dan unit drumband ini menjadi indikator positif akan tumbuhnya bibit-bibit pemimpin muda yang terampil dan penuh kreativitas di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan upacara yang diselenggarakan dengan penuh kesungguhan ini, MTsN 1 Labuhanbatu berharap dapat menanamkan pemahaman yang lebih mendalam kepada seluruh warganya bahwa Pancasila bukanlah sekadar dasar negara yang tertulis dalam pembukaan UUD, melainkan sebuah pedoman hidup yang konkret dan harus terus dijunjung tinggi dalam setiap aspek kehidupan.
Semangat Hari Kesaktian Pancasila diharapkan mampu menjadi energi positif dan sumber motivasi yang tak pernah kering untuk terus memperkuat karakter profil Pelajar Pancasila di kalangan siswa, membentuk pribadi yang berintegritas, religius, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta cinta tanah air.
Pada akhirnya, dengan bekal karakter yang kuat dan pemahaman ideologi yang mantap, generasi muda MTsN 1 Labuhanbatu diharapkan tidak hanya menjadi penerus bangsa yang cerdas secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi aktif dalam membangun peradaban bangsa Indonesia yang lebih maju, adil, dan berdaulat di masa depan.
(Guntur Nasution)
