Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Defisit Rp150 Milliar, Bupati Tulungagung : SiLPA 2025 Diharapkan Bisa Menutupi

Sabtu, September 27, 2025, 09:35 WIB Last Updated 2025-09-27T02:35:50Z

Tulungagung, kompasone.com- Keuangan Pemeritah Kabupaten Tulungagung Jawa Timur bakal mengalami defisit sekitar Rp 150 miliar tahun depan, dan sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) tahun ini diproyeksikan akan bisa untuk menutup defisit tersebut.


Melalui sambungan seluler, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengatakan jika, tahun ini diprediksi ada SiLPA senilai Rp 150 Milliar. 


"Dan jumlah anggaran ini akan digunakan untuk menutup defisit dengan nominal yang sama pada RAPBD 2026," kata nya, Jumat (26/9/25).


Gatut Sunu optimis defisit Rp 150 M dari perencanaan anggaran tahun depan bisa ditutup dengan SiLPA tahun ini.


Sebab, harus diakui bahwa Pemkab Tulungagung cukup mengalami kesulitan dalam upaya penyerapan anggaran.


Menurutnya, ada berbagai alasan yang menjadi penyebab, diantaranya soal perubahan sistem LKPP dari versi 5 ke versi 6.


"Perubahan ini juga di nilai sangat menghambat," keluhnya.


Lanjutnya hingga awal September lalu, serapan anggaran juga belum bisa dibilang optimal. 


"Masih sekitar 53 persen dari total anggaran," jelasnya.


Jumlah itu belum termasuk tambahan di perubahan anggaran keuangan (PAK). 


"Belum. Ini ketambahan PAK, nanti kita masih belum hitung lagi," bebernya.


Sementara itu menurut Kepala BPKAD Tulungagung Dwi Hari Subagyo, ada beberapa hal lain yang juga disebut mempengaruhi upaya penyerapan anggaran di tahun ini.


Salah satunya soal anggaran penyiapan lahan program sekolah rakyat yang tidak terserap. Karena pemkab diminta untuk menyiapkan lahan lain.


"Yang jelas tidak terserap, semisal tanah uruk untuk sekolah rakyat. Itu butuh Rp 20 miliar, tapi tidak jadi, dan kita alihkan yang di dekatnya rusunawa. Itu jelas nggak keserap, jadi SiLPA," katanya.


Menurut Hary, di bidang infrastruktur, ada tambahan anggaran sekitar Rp 70 M dari PAK tahun ini.


"Namun menyerap anggaran untuk kebutuhan infrastruktur senilai Rp 70 M di triwulan terakhir bakal sulit diserap secara penuh," ungkapnya.


Meski begitu, Pemkab Tulungagung akan tetap mengupayakan penyerapan maksimal meskipun di tengah berbagai kendala yang ada.


Sigit

Iklan

iklan