Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Satlantas Polres Tanjungperak Kampanyekan Anti-ODOL Lewat Cangkrukan Bersama

Sabtu, Juli 12, 2025, 17:33 WIB Last Updated 2025-07-12T10:34:11Z

Surabaya, Kompasone.com – Menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Tanjungperak mengambil pendekatan berbeda dalam menyosialisasikan agenda mereka. Bertempat di Warung Kopi Buffer Truk kawasan pelabuhan, aparat kepolisian duduk bersama para sopir truk dalam suasana santai namun penuh makna.


Kegiatan bertajuk Polantas Menyapa Menuju Indonesia Zero ODOL itu berlangsung pada Sabtu (12/7) sore. Belasan sopir ekspedisi yang sehari-hari mengangkut logistik di area pelabuhan tampak antusias berdialog dengan petugas.


Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjungperak, AKP Imam Sayfudin Rodji, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia hadir bersama sejumlah perwira dan anggota Satlantas, menyampaikan pesan keselamatan dan ketertiban lalu lintas secara informal dan dialogis.


"Kami tidak ingin sekadar menindak. Kami ingin mendengar, memahami, dan menyampaikan kebijakan secara langsung. Ini bagian dari pendekatan humanis kepolisian," ujar AKP Imam.


Dalam forum tersebut, dua agenda utama disampaikan kepada para pengemudi. Pertama adalah sosialisasi kampanye Zero Over Dimensi Over Loading (ODOL) yang menjadi perhatian nasional. AKP Imam menegaskan bahwa pelanggaran dimensi dan muatan kerap jadi pemicu utama kecelakaan.


"Kami mengajak para sopir untuk sadar bahwa kelebihan muatan bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi soal risiko keselamatan diri sendiri dan orang lain," ucapnya.


Agenda kedua yang dibahas adalah pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 yang akan digelar mulai 14 Juli mendatang. Para pengemudi diingatkan agar menyiapkan kelengkapan kendaraan dan menaati aturan lalu lintas.


Menurut Imam, penyampaian awal ini dimaksudkan agar para sopir tidak merasa terkejut ketika operasi dimulai. Ia menekankan bahwa penertiban dilakukan bukan untuk menjebak, melainkan untuk meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan jalan.


Dialog berjalan terbuka dan penuh tanggapan. Sejumlah sopir menyampaikan keluhan mereka terkait kondisi jalan, sistem bongkar muat, dan penindakan yang dianggap tidak proporsional di beberapa titik.


"Dari kegiatan ini kami berharap lahir kesadaran kolektif, bukan kepatuhan karena takut ditilang. Jika komunikasi dua arah ini terus dibangun, maka lalu lintas di pelabuhan bisa lebih aman dan tertib," pungkas Imam.


Muh

Iklan

iklan

-

iklan