Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kukenang Kau Puncak Papua, Kini Luka Bernanah

Senin, Juli 21, 2025, 21:43 WIB Last Updated 2025-07-21T14:44:08Z

 


Puncak Papua, kompasone.com - (opini)

Puncak Papua adalah salah satu kabupaten dari delapan Kabupaten di Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Puncak Ibu kota: Ilaga

Provinsi: Papua Tengah (sebelum pemekaran Puncak masuk Provinsi Papua) Tanggal berdiri: Kabupaten Puncak resmi dimekarkan dari Kabupaten Puncak Jaya pada tahun 2008.


Secara geografis Kabupaten puncak terletak di pegunungan tengah Papua, daerah ini memiliki medan yang cukup terjal dan akses transportasi yang cukup sulit.


Populasi penduduk dan Suku Asli di kabupaten ini bermayoritas Suku Dani dan Damal mengikuti Lem, Wano, dan Turu. ini adalah suku yang bertempat di pegunungan Tengah kabupaten puncak dengan Bahasa Ibu masing-masing masih digunakan luas, meskipun bahasa Indonesia dipakai dalam pendidikan dan administrasi.


Keamanan dan Isu Sosial:

Puncak merupakan salah satu daerah yang sering mengalami konflik bersenjata antara aparat (TNI/Polri) dan tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB/OPM). Akibat konflik, sering terjadi pembunuhan masal terhadap Masyarakat sipil, ribuan warga mengungsi, akses pendidikan pendidikan terbatasi, dan terbatasnya layanan kesehatan serta infrastruktur.


Aparat TNI-Polri Berserta anjing-anjingnya dan senjata membuat trauma bagi rakyat sipil sehingga anak-anak dan mama-mama lari ke hutan riba, ada pula memasuki wilayah kota sambil teriakan dan tangisan air mata.


Puluhan masyarakat puncak telah meninggal akibat konflik berkepanjangan. di jalan setapak mayat ditumpuk lalu dibakar serupa api unggun, maka menyalalah api merah dalam gelap malam-malam bukan pertama yang menyedihkan.


Jutaan kepala tunduk terharu biru kata-kata menjadi doa yang lirih, menjadi puisi kesaksian seorang penyair dan ku kenang kau puncak karna kemerdekaan dahaga yang panjang mencengkram batang tenggorokan pun Sukma, mari tegak saja itu air mata anak-anak dan mama-mama 


Kapan kah Tuhan melihat air mata ini yang terus-menerus mengalir seperti air jika memang ini yang kami harus tanggung, berikan kami harapan untuk bebas dari bangsa kapitalis, imperialisme, dan kolonial Indonesia. 


Gome-bekas klonial, 21 Juli 2025

Oleh: Enabuk Y.M

Iklan

iklan

-

iklan