Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ajang Dayung Wali Kota Cup IX Jadi Simbol Sportivitas dan Kebersamaan Warga

Sabtu, Juli 26, 2025, 14:27 WIB Last Updated 2025-07-26T07:27:45Z

Pasuruan, Kompasone.com – Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispaspora) resmi menggelar Lomba Dayung Wali Kota Cup IX 2025 di Kelurahan Panggungrejo, Sabtu (26/7). Ajang tahunan ini kembali memantik antusiasme masyarakat serta menjadi ruang ekspresi budaya olahraga air.


Wakil Wali Kota Pasuruan, H.M. Nawawi, hadir secara langsung membuka kegiatan. Ia menilai lomba dayung bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana untuk memperkuat kohesi sosial warga. “Kita tidak hanya berlomba, tapi juga merayakan semangat kebersamaan. Junjung sportivitas, jaga persaudaraan,” ucap Nawawi dalam sambutannya.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Pasuruan, M. Toyib, menggarisbawahi pentingnya mempertahankan kegiatan tradisional ini sebagai warisan daerah. “Lomba ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi tradisi yang harus dijaga dan diwariskan,” 


Camat Panggungrejo, Herman, menyatakan rasa bangganya karena wilayahnya kembali dipercaya sebagai lokasi utama. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan tokoh masyarakat. “Dukungan warga luar biasa. Semua bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.


Acara dimulai dengan doa bersama dan makan lesehan antarpejabat, warga, serta panitia. Nuansa kekeluargaan sangat terasa di lokasi. Suara tepuk tangan dan sorakan warga menggema di sepanjang bantaran sungai.


Ratusan penonton memadati area pinggiran sungai sejak pagi. Mereka datang membawa keluarga, bahkan ada yang membawa bendera dukungan untuk tim favoritnya. Lomba ini menjadi magnet sosial yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat.


Bagi warga, ajang ini tak hanya hiburan, tapi juga bentuk identitas komunitas pesisir yang erat dengan tradisi air. “Kami senang lomba ini rutin digelar. Anak-anak muda jadi punya semangat ikut olahraga tradisional,” ujar Slamet, warga Panggungrejo.


Pemerintah daerah berharap kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan dan menjadi bagian dari agenda wisata olahraga Kota Pasuruan. “Kami ingin ajang seperti ini menjadi kalender budaya sekaligus destinasi wisata,” tutup Nawawi.

Iklan

iklan

-

iklan