Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Upacara Pancasila di Pasuruan: Pemerintah Daerah dan TNI Serukan Penguatan Ideologi Bangsa

Minggu, Juni 01, 2025, 12:44 WIB Last Updated 2025-06-01T05:44:54Z


Pasuruan, kompasone.com – Dandim 0819/Pasuruan Letkol Arh Noor Iskak, S.T. memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar Pemerintah Kabupaten Pasuruan pada Minggu (1/6/2025). Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Bupati Pasuruan, Jalan Raya Raci Km 9, Bangil.


Dengan mengusung tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya", upacara ini diikuti oleh jajaran Forkopimda, ASN, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Para peserta tampak khidmat mengikuti jalannya prosesi peringatan.


Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., yang dibacakan oleh Dandim Noor Iskak, disampaikan bahwa peringatan 1 Juni merupakan momen penting untuk menghidupkan kembali semangat dasar negara.


“Pancasila bukan sekadar dokumen historis. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup, serta bintang penuntun kita dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat,” tegas Noor Iskak dalam sambutannya.


Ia juga menyoroti pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan, pemerintahan, dan masyarakat luas. "Nilai Pancasila bukan hanya pelajaran sekolah, tapi harus menjadi praktik nyata," ujarnya.


Menurutnya, keberagaman Indonesia—dengan lebih dari 270 juta jiwa dari berbagai suku, agama, ras, dan bahasa—adalah kekuatan utama bangsa. “Pancasila adalah rumah besar yang menyatukan kita semua,” tambahnya.


Selain itu, pemerintah disebut telah menetapkan Asta Cita atau delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Di antaranya adalah pemerataan pembangunan, pelayanan publik yang adil, serta peningkatan literasi digital.


Letkol Noor Iskak juga mengingatkan agar dunia digital tidak dijadikan ruang bebas tanpa nilai. Ia mengajak masyarakat untuk memerangi hoaks dan ujaran kebencian dengan semangat gotong royong dan literasi.


“Peringatan ini jangan hanya jadi seremoni. Ini adalah ajakan bagi kita semua untuk menjadikan Pancasila sebagai napas dalam setiap ucapan dan kebijakan,” tegasnya.


Upacara diakhiri dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan naskah Pancasila oleh perwakilan pelajar. Peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.


Muh

Iklan

iklan