Pasuruan, Kompasone.com – Dalam rangka memastikan kelancaran serta keamanan perjalanan mudik Lebaran 2025, personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan di sejumlah titik strategis, termasuk Pos Pantau Stasiun KAI Bangil, Kabupaten Pasuruan. Upaya ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan serta memberikan perlindungan bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api.
Sertu Muhammad Sholikhin, anggota Koramil 0819/12 Rembang yang memimpin pengamanan di lokasi, menjelaskan bahwa kehadiran aparat merupakan langkah preventif guna menciptakan rasa aman bagi pemudik. "Kami bersama rekan-rekan kepolisian melakukan pemantauan intensif untuk memastikan perjalanan mudik berjalan lancar," ungkapnya, Selasa (25/3/2025).
Selain menjaga ketertiban, petugas gabungan juga aktif mengingatkan pemudik agar tetap waspada terhadap barang bawaan mereka. Menurut Sertu Sholikhin, kewaspadaan individu turut berperan dalam menjaga keamanan di lingkungan stasiun. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan selalu memperhatikan barang bawaannya," tambahnya.
Patroli rutin dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk keberadaan barang-barang mencurigakan. Setiap temuan yang berpotensi menimbulkan risiko akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. "Kami memastikan area tetap steril dan kondusif demi kenyamanan bersama," jelasnya.
Sementara itu, seorang pemudik asal Surabaya, Rahmat (34), mengapresiasi langkah pengamanan yang diterapkan di stasiun. Ia menilai kehadiran aparat membuat perjalanan mudik lebih aman. "Saya merasa lebih tenang dengan adanya petugas yang berjaga di sini," tuturnya.
Di sisi lain, Kapolsek Bangil, AKP Rudi Hartono, menyebut bahwa koordinasi antara kepolisian dan TNI menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas keamanan selama arus mudik. "Kami berkomitmen memberikan pengamanan maksimal agar pemudik dapat pulang ke kampung halaman dengan nyaman," katanya.
Selain pengamanan di stasiun, petugas juga mengoptimalkan pemantauan di akses masuk dan keluar peron guna mencegah potensi tindak kejahatan. Peningkatan pengawasan dilakukan dengan dukungan kamera pemantau (CCTV) serta personel yang berjaga di titik-titik rawan.
Lebih lanjut, AKP Rudi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hal mencurigakan di area stasiun. "Kami berharap masyarakat turut berperan aktif dengan segera menghubungi petugas apabila melihat sesuatu yang mencurigakan," ujarnya.
Dengan adanya pengamanan ketat ini, diharapkan arus mudik di Stasiun Bangil dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.
TNI dan Polri akan terus bersiaga hingga puncak arus balik guna memastikan seluruh pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Langkah preventif serta patroli rutin akan tetap dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga ketertiban umum.
Muh