Kota Pasuruan, Kompasone.com – Pada Selasa (25/3/2025), Pemerintah Kota Pasuruan menggelar acara penyaluran bantuan sosial berupa alat bantu bagi penyandang disabilitas. Acara ini merupakan bagian dari program tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat berkebutuhan khusus dan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Wali Kota Pasuruan, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya dukungan terhadap penyandang disabilitas. "Kami berkomitmen untuk memastikan setiap warga, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan, dapat mengakses fasilitas yang memfasilitasi mobilitas dan aktivitas sehari-hari," ungkapnya pada sambutannya.
Kehadiran pejabat daerah turut memeriahkan acara, di antaranya Wakil Wali Kota, Kepala Dinas Sosial, serta camat dan lurah dari berbagai wilayah Kota Pasuruan. Mereka berperan aktif dalam menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat secara simbolis, menandakan dukungan langsung dari pemerintah kota.
Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan menjelaskan bahwa alat bantu yang disalurkan, berupa "Tongkat Penuntun Adaptif", dirancang khusus agar memenuhi kebutuhan penggunanya. "Kami berharap tongkat ini tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga meningkatkan kenyamanan bagi penyandang disabilitas dalam beraktivitas," jelasnya.
Ahmad (45), salah satu penerima bantuan, menyampaikan apreasiasi terhadap upaya pemerintah. Ia merasakan dampak positif dari penyaluran alat bantu tersebut. "Dengan adanya tongkat ini, saya merasa lebih percaya diri untuk berinteraksi di luar rumah," imbuhnya.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Seorang tokoh masyarakat, Rahmawati (52), menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah. "Kami berharap program ini terus berlanjut dan dapat menjangkau lebih banyak penerima," ujarnya, menyoroti pentingnya keberlanjutan inisiatif tersebut.
Menurut data terbaru dari Dinas Sosial Kota Pasuruan, terdapat sejumlah besar penyandang disabilitas yang memerlukan alat bantu. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meluncurkan program-program yang mendukung peningkatan aksesibilitas mereka.
Namun, sekelompok aktivis sosial menyuarakan harapan agar dukungan tidak hanya terbatas pada alat bantu, melainkan juga mencakup pelatihan keterampilan. "Bantu mereka mandiri dengan memberikan kesempatan kerja sesuai keahlian," pinta salah satu aktivis yang menyoroti pentingnya pemberdayaan.
Dalam konteks transparansi, Pemkot Pasuruan memastikan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara tepat sasaran. Wali Kota menegaskan pentingnya evaluasi dan pemantauan berkelanjutan agar program ini memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
Dengan penyaluran alat bantu ini, diharapkan penyandang disabilitas di Kota Pasuruan dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan inklusif bagi semua warganya, tanpa terkecuali.
Muh