Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Pernyataan Jangan Merah KH. Imam Hasyim Kembali Disorot

Jumat, September 27, 2024, 09:36 WIB Last Updated 2024-09-27T02:36:16Z

 


Sumenep, Kompasone.com - Dalam dinamika politik Kabupaten Sumenep yang kian memanas, sebuah pernyataan lama dari KH. Imam Hasyim, Ketua DPC PKB Sumenep, kembali menjadi sorotan publik. Pernyataan yang pernah dilontarkannya terkait warna merah, kini dijadikan amunisi oleh lawan politik Bupati Doktor H. Ach Fauzi Wongsoyudo untuk menyerang dan melemahkan reputasinya. (27/9/2024)


Dalam beberapa kesempatan, lawan politik Bupati Fauzi kerap menyindir Bupati terkait pernyataan anti-merah KH. Imam Hasyim di masa lalu, yang kemudian dikaitkan dengan koalisi politik yang terjalin antara PKB dan PDI Perjuangan saat ini. Tudingan miring pun dilontarkan, seolah-olah Bupati Fauzi dan partai koalisinya bersikap inkonsisten.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Fauzi justru menanggapi dengan santai dan penuh wibawa. Ia menyatakan bahwa wajar jika KH. Imam Hasyim, sebagai ketua partai yang memiliki warna identitas sendiri, memiliki pandangan tertentu terkait warna partai. Bupati juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam politik adalah hal yang biasa dan tidak perlu diperbesar.


"KH. Imam Hasyim adalah ketua partai. Beliau tentu memiliki pandangan dan sikap yang perlu dijaga demi kepentingan partai yang dipimpinnya. Jika dulu beliau memiliki pandangan tertentu terkait warna, itu adalah hal yang wajar. Namun, saat ini kita semua berada dalam satu koalisi besar untuk memajukan Sumenep. Mari kita fokus pada visi bersama untuk membangun daerah yang lebih baik," tegas Bupati Fauzi.


Peristiwa ini mengundang berbagai spekulasi dan analisis dari berbagai kalangan. Pengamat politik menilai bahwa serangan terhadap Bupati Fauzi melalui pernyataan lama KH. Imam Hasyim merupakan bentuk politik yang kurang sehat dan cenderung mengada-ada. Mereka berpendapat bahwa lawan politik seharusnya lebih fokus pada isu-isu substansial yang menyangkut kepentingan masyarakat, bukan sekadar mencari-cari kesalahan di masa lalu.


Di sisi lain, ada juga yang melihat bahwa peristiwa ini menunjukkan betapa sengitnya persaingan politik di Kabupaten Sumenep. Lawan politik tidak segan-segan menggunakan segala cara, termasuk dengan menyudutkan lawan politik dengan isu-isu yang bersifat pribadi atau masa lalu.


Peristiwa ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua, terutama bagi para pelaku politik. Politik seharusnya menjadi ajang untuk beradu gagasan dan program, bukan untuk saling menjatuhkan dan menebar fitnah. Kita perlu membangun politik yang lebih santun, bermartabat, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.


Pernyataan anti-merah KH. Imam Hasyim yang kembali disorot merupakan bagian dari dinamika politik yang kompleks. Bupati Fauzi telah menunjukkan sikap yang bijaksana dan dewasa dalam menghadapi serangan tersebut. Kita berharap agar seluruh pihak dapat lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dan bersama-sama membangun Kabupaten Sumenep yang lebih baik.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan