Aceh Pidie, Kompasone.com — Komitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemasyarakatan terus diperkuat melalui peninjauan langsung kondisi satuan kerja di lapangan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Ramdani Boy, mendampingi Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Hubungan Kemasyarakatan, Ahmad Fanani, bersama Tenaga Ahli Menteri, Yudho Giri Sucahyo, melakukan peninjauan pada tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Pidie, yakni Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sigli, dan Lapas Kelas IIB Kota Bakti.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan layanan publik di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada jajaran Pemasyarakatan di Aceh. Peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi satuan kerja, kualitas pelayanan, kesiapan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.
Melalui peninjauan secara langsung, rombongan dapat melihat kondisi aktual di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan guna mewujudkan pelayanan publik yang profesional, responsif, transparan, dan akuntabel.
Meninjau Fasilitas Pelayanan dan Pengamanan
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan meninjau sejumlah fasilitas yang mendukung pelayanan publik dan operasional Pemasyarakatan, mulai dari ruang layanan kunjungan, ruang pengamanan, blok hunian warga binaan, hingga sarana pendukung lainnya.
Aspek kebersihan, kenyamanan, keamanan, ketertiban, dan kelayakan fasilitas menjadi perhatian dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat, keluarga warga binaan, serta pihak berkepentingan dapat berjalan secara optimal.
Kondisi blok hunian turut ditinjau sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pembinaan dan pemenuhan kebutuhan warga binaan berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, kesiapan pengamanan dan pengawasan menjadi unsur penting dalam menjaga stabilitas serta menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
Ketahanan Pangan Didorong sebagai Program Produktif
Selain meninjau fasilitas pelayanan dan pengamanan, rombongan juga melihat secara langsung pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikembangkan pada Lapas dan Rutan di wilayah Pidie.
Program ini menjadi salah satu upaya mengoptimalkan potensi satuan kerja Pemasyarakatan melalui pemanfaatan lahan dan pengembangan kegiatan produktif. Di sisi lain, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu mendukung pembinaan kemandirian, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, program ketahanan pangan diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah bagi satuan kerja, tetapi juga menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Monitoring Lapangan untuk Penguatan Tata Kelola
Peninjauan tiga UPT Pemasyarakatan di wilayah Pidie ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola organisasi dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
Setiap UPT diharapkan terus meningkatkan kedisiplinan petugas, menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitas, memperkuat sistem pengamanan, serta memastikan seluruh layanan dilaksanakan secara profesional sesuai standar yang berlaku.
Optimalisasi program pembinaan juga menjadi perhatian agar setiap kegiatan mampu memberikan hasil yang terukur dan berdampak positif bagi warga binaan maupun masyarakat.
Melalui monitoring dan evaluasi secara langsung, berbagai kondisi dan kebutuhan di lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah perbaikan, memperkuat pelaksanaan tugas, serta meningkatkan efektivitas penyelenggaraan Pemasyarakatan.
Mewujudkan Pemasyarakatan yang Profesional dan Berdampak
Pendampingan yang dilakukan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Aceh bersama Staf Khusus Menteri dan Tenaga Ahli Menteri menegaskan pentingnya sinergi dalam mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan Pemasyarakatan.
Peninjauan di Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli, Rutan Kelas IIB Sigli, dan Lapas Kelas IIB Kota Bakti diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pelayanan publik, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengoptimalkan program pembinaan warga binaan.
Kanwil Ditjenpas Aceh terus mendorong penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan, dan optimalisasi pembinaan yang produktif guna mewujudkan Pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, humanis, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Is - Aceh
