Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kapolresta Sumenep Darah Punggawa Asta Tinggi dalam Denyut Kemitraan Presisi

Selasa, September 08, 2026, 19:25 WIB Last Updated 2026-09-08T12:26:40Z

 


Sumenep, Kompasone.com - Geliat angin timur menyapa keraton tua, membawa serta aroma dupa masa lampau yang bersemayam di balik dinding-dinding batu Asta Tinggi. Di bumi Arya Wiraraja, denyut sejarah tidak pernah benar-benar tidur, ia mengalir dalam napas para penjaga keadilan yang memegang teguh titah leluhur.


Di ruang kerja yang berselimut wibawa, sebuah pertemuan merajut kembali benang-benang takdir yang berserak. Kapolres Sumenep, Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., menyambut hangat langkah silaturahmi Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Jawa Timur yang dipimpin oleh Mas Ridwan beserta rombongan insan pers. Pertemuan ini bukan sekadar jamuan birokratis, melainkan sebuah simponi batin antara penjaga panji hukum dan pengibar bendera pena.


Di balik ketegasan sikap seorang perwira menengah berpangkat melati tiga di pundak itu, tersimpan sebuah rahasia genealogi yang menghubungkannya langsung dengan akar tanah garam. Dalam percakapan yang mengalir cair bak air sumur tua di pemandian keraton. Kombes Pol. Ariek menyingkap tabir silsilahnya bahwa darah yang mengalir di nadinya adalah darah biru Sumenep, yang leluhurnya kini bersemayam dengan tenang di kompleks pemakaman agung Asta Tinggi.


Bagaikan keris pusaka yang ditempa dari baja pilihan, keturunan para punggawa masa silam itu kini memimpin tampuk pengayoman dengan memadukan ketegasan ksatria dan kehalusan budi pekerti. Kemitraan yang "presisi" yang digaungkannya bersama insan media bukan sekadar strategi modern kepolisian, melainkan manifestasi dari falsafah hidup orang Madura. tong-tong ngantong, soko ngalengkah yang berpijak pada kehormatan, serta komitmen untuk merawat harmoni di bumi pertiwi.


Pertemuan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan yang kokoh lahir dari rahim sejarah yang dalam. Di bawah naungan restu para leluhur Sumenep, kepolisian dan pers kini merajut asa bersama, memastikan pelita kebenaran tetap menyala terang di ujung timur pulau garam.


(R. M Hendra)

Iklan

iklan