Pandeglang, kompasone.com– Musyawarah Daerah (Musda) IV Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Pandeglang resmi menetapkan lima presidium untuk masa bakti 2026–2031, Jumat (3/7/2026). Penetapan tersebut dilakukan setelah proses pemilihan yang diikuti delapan calon presidium.
Lima presidium terpilih berdasarkan perolehan suara tertinggi yakni Iin Muhlisin dengan 53 suara, Tb. Khatibul Umam 52 suara, Tb. Dedi 49 suara, Fauji Ilham 44 suara, dan Nana Suryana 37 suara.
Presidium dengan suara terbanyak, Iin Muhlisin, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan alumni HMI. Menurutnya, kepengurusan baru akan merangkum gagasan seluruh calon presidium untuk dituangkan ke dalam program kerja organisasi selama lima tahun ke depan.
“Alhamdulillah, ini amanah besar dari teman-teman alumni HMI. Kami mohon doa agar diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan tanggung jawab ini selama satu periode ke depan,” ujar Iin.
Ia menegaskan, salah satu program prioritas yang akan dilanjutkan adalah pembangunan sekretariat permanen HMI dan KAHMI Pandeglang berupa Gedung Serbaguna Mahasiswa Islam (GSMI). Program tersebut, kata dia, telah dirintis sejak periode sebelumnya melalui iuran kader dan alumni.
Selain penguatan kelembagaan, KAHMI Pandeglang juga menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kebijakan. Meski demikian, KAHMI tetap akan menyampaikan kritik apabila program pemerintah dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Di bidang kaderisasi, Iin menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya literasi di kalangan kader HMI dan mahasiswa. Melalui semangat back to basic dan back to campus, KAHMI Pandeglang ingin mendorong tradisi membaca, diskusi, dan kajian ilmiah agar gerakan mahasiswa tetap memiliki pijakan intelektual yang kuat.
“Kami ingin budaya baca dan tradisi ilmiah di kalangan kader HMI kembali kuat. Aksi tetap penting, tetapi harus didasari kajian, referensi, dan bacaan yang memadai,” pungkasnya.
(Ali Hamzah)
