Dekai-Yahukimo, kompasone.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Yahukimo menggelar Diskusi Panel Terbuka di Aula Kediaman Bupati Yahukimo, Jalan Cenderawasih, Dekai, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema "Peran Pemuda dalam Menjaga Stabilitas Keamanan, Persatuan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Yahukimo."
Diskusi tersebut dihadiri Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang diwakili Asisten III Setda Yahukimo, Dianna Wakum, M.Pd, sekaligus sebagai pemateri. Hadir pula Ketua DPRK Yahukimo Son Bahabol, S.IP, Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino, S.H., M.H., Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf. Rifqi Kaniet Gunawan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Kesbangpol, Sekretaris Kesbangpol, Ketua MRP, Kepala Dispora, LBH, serta para pemuda yang tergabung dalam KNPI, GAMKI, SOPPY, dan berbagai organisasi kepemudaan serta kemasyarakatan lainnya.
Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang disampaikan oleh Asisten III, Dianna Wakum, M.Pd, mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan publik secara maksimal. Namun, di tengah upaya tersebut masih terjadi berbagai persoalan keamanan dan tindakan kriminal yang membutuhkan perhatian bersama.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan kontribusi nyata dari para pemuda sebagai generasi penerus daerah dalam menjaga keamanan, persatuan, dan mendukung pembangunan.
"Daerah ini berkembang maju atau tidak ada di pundak para pemuda. Karena itu, libatkanlah diri dalam organisasi maupun kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan daerah ini," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, para narasumber dari berbagai lembaga memaparkan materi sesuai bidang masing-masing. Di antaranya Asisten III Setda Yahukimo Dianna Wakum, M.Pd, Ketua DPRK Yahukimo Son Bahabol, S.IP, Kapolres Yahukimo, Dandim 1715/Yahukimo, Ketua MRP Salmon Bayage, Kepala Dispora, serta perwakilan LBH Thomas Sufy.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pandangan dan pertanyaan terkait kondisi keamanan di Kabupaten Yahukimo.
Dalam sesi diskusi tersebut, sejumlah pemuda mengangkat persoalan konflik horizontal, tindakan kriminal, ancaman terhadap ideologi negara, pembakaran fasilitas umum, pengungsian warga di kawasan Jalan Gunung, hingga berbagai persoalan sosial lainnya yang terjadi di Kabupaten Yahukimo.
Hasil dari diskusi itu akan menjadi masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, DPRK Yahukimo, serta aparat TNI dan Polri sebagai bahan tindak lanjut dalam meningkatkan pelayanan publik dan menjaga stabilitas keamanan di daerah.
Ketua KNPI Kabupaten Yahukimo, Arius Yahuli, ST, mengatakan bahwa tujuan utama diskusi panel ini adalah mencermati situasi keamanan yang berkembang di Kabupaten Yahukimo.
Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan berdampak terhadap aktivitas pemerintahan maupun kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Situasi yang terjadi saat ini menjadi keprihatinan kita bersama. Masyarakat hidup dalam kondisi penuh kepanikan akibat berbagai konflik yang terjadi. Hal ini tentu menghambat aktivitas masyarakat maupun pelayanan publik oleh pemerintah," katanya.
Ia menjelaskan bahwa KNPI menginisiasi diskusi panel sebagai wadah menghimpun pemuda dari 51 distrik, organisasi kepemudaan (OKP), serta berbagai organisasi kemasyarakatan agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat.
Menurut Arius, menjaga stabilitas keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda yang peduli terhadap kemajuan Kabupaten Yahukimo.
"Kami membuka ruang terbuka bagi seluruh pemuda untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, dan solusi demi menciptakan situasi yang aman sehingga masyarakat maupun pemerintah dapat menjalankan aktivitas serta pelayanan publik dengan baik sesuai visi pembangunan, yaitu Yahukimo Sehat, Yahukimo Mandiri, dan Yahukimo Cerdas," ujarnya.
Arius menambahkan bahwa seluruh pokok-pokok pikiran yang disampaikan peserta akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi kepada pemerintah.
Beberapa poin rekomendasi tersebut antara lain mendorong upaya bersama dalam menekan berbagai penyakit sosial yang terjadi di wilayah Kota Dekai serta membangun komitmen bersama seluruh pemuda untuk menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran pelayanan publik.
"Rekomendasi inilah yang akan kami serahkan kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Diskusi Panel Terbuka yang juga Ketua GAMKI Kabupaten Yahukimo, Yanis Soll, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, persiapan kegiatan dilakukan selama kurang lebih dua minggu hingga akhirnya dapat terlaksana dengan baik.
Yanis berharap hasil diskusi tidak berhenti sebatas forum, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan demi menciptakan Kabupaten Yahukimo yang aman, damai, dan kondusif.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Harapan kami, seluruh rekomendasi hasil diskusi ini dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Yahukimo," tutupnya.
Aliknoe


