Langkat-(Sumut), Kompasone.com - Informasi mengenai dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Langkat, H. Syah Afandin, S.H., oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Medan menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Langkat.
Kabar tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian warga mengkhawatirkan bahwa sejumlah program pembangunan infrastruktur yang telah dijanjikan pemerintah daerah berpotensi mengalami penundaan atau bahkan tidak terlaksana, terutama apabila proses hukum berdampak pada jalannya pemerintahan.
Salah satu perhatian datang dari masyarakat Kecamatan Secanggang. Warga berharap rencana pembangunan Jalan Kampung Nangka yang sebelumnya dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 20 Juli 2026 tetap dapat direalisasikan sesuai komitmen pemerintah daerah.
Masyarakat berharap, meskipun terjadi dinamika dalam pemerintahan, roda pembangunan dan pelayanan publik tidak terhenti. Warga juga menaruh harapan kepada Wakil Bupati Langkat, Ibu Tiorita Br. Surbakti, untuk memastikan program-program pembangunan yang telah direncanakan tetap berjalan demi kepentingan masyarakat.
Hingga berita ini disusun, masyarakat masih menantikan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai perkembangan perkara tersebut serta kepastian kelanjutan program pembangunan di Kabupaten Langkat.
(Ms.Lim)
