Pandeglang – Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang kembali menyoroti kasus hilangnya obat keras di Gudang Farmasi RSUD Aulia Menes, Kecamatan Menes. Persoalan tersebut kembali mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Forum Komunikasi Puskesmas Kabupaten Pandeglang di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (15/7/26).
Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Tubagus Udi Juhdi, mengatakan kasus tersebut menjadi perhatian serius DPRD. Menurutnya, pengawasan terhadap pengelolaan obat harus diperketat agar kejadian serupa tidak terjadi di fasilitas kesehatan lainnya, termasuk puskesmas.
"Kasus obat yang hilang di RSUD Aulia Menes menjadi atensi kami. Kami juga membahas langkah-langkah pencegahan bersama pihak puskesmas agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Udi.
Ia meminta seluruh puskesmas memperketat pengawasan terhadap keluar-masuk obat di gudang farmasi, termasuk dengan memastikan gudang selalu terkunci dan dilengkapi kamera pengawas (CCTV).
Berdasarkan hasil pembahasan, kata Udi, seluruh gudang farmasi di puskesmas telah menerapkan sistem pengamanan yang lebih ketat, termasuk pemasangan CCTV sebagai upaya mencegah kehilangan obat.
Selain itu, DPRD juga mendorong aparat kepolisian untuk segera mengungkap kasus hilangnya obat keras di RSUD Aulia Menes.
"Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penanganan kasus ini harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Tubagus Asep Rafiudin Arief, mengatakan pihaknya akan kembali menggelar RDP dengan manajemen RSUD Aulia Menes untuk meminta penjelasan terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
"Rapat lanjutan akan kami agendakan sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan mahasiswa terkait kasus hilangnya obat di RSUD Aulia Menes," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Forum Komunikasi Puskesmas Kabupaten Pandeglang, Oman Firmansyah, memastikan hingga saat ini tidak ada laporan kehilangan obat di gudang farmasi puskesmas.
Menurut Oman, sistem pengamanan gudang farmasi di puskesmas telah diperkuat, salah satunya melalui pemasangan CCTV dan pengawasan oleh petugas keamanan.
"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada obat yang hilang. Di sejumlah puskesmas, termasuk Puskesmas Saketi, gudang farmasi sudah dilengkapi CCTV dan diawasi oleh tim keamanan," kata Oman.
(Ali hamzah)
