Tulungagung, Kompas one -Bangunan gedung bagian belakang Setda Pemkab Tulungagung kini menampilkan wajah yang jauh dari kesan terawat.
Tampak tembok berlumut, plafon bolong, dan suasana kumuh seakan menjadi potret nyata kurangnya perhatian dari "Bagian Umum" terhadap pemeliharaan aset publik.
Kondisi ini menimbulkan ironi, sebab bertolak belakang dengan motto Kabupaten Tulungagung “Bersinar” yang semestinya mencerminkan keteraturan, kebersihan, dan harmoni.
Dari pengamatan kompas-one, menunjukkan adanya ketidakselarasan antara slogan dan kenyataan di lapangan. Publik pun banyak mempertanyakan, di mana koordinasi antarbagian, dan mengapa anggaran rutin pemeliharaan yang seharusnya tersedia setiap tahun tidak tampak hasilnya?
Gedung Setda, sebagai pusat administrasi pemerintahan, seharusnya menjadi simbol ketertiban dan profesionalisme, bukan justru memperlihatkan kelalaian tentang perawatan kebersihan.
Memang hanya masalah sepele terlihat, tapi jika di dibiarkan akan membawa kesan kumuh yang mengganggu keindahan.
Saat dikonfirmasi, PPTK Setda Pemkab Tulungagung, Mauludin, mengakui bahwa pada tahun 2025 memang tidak ada alokasi anggaran untuk perawatan.
“Insya Allah tahun 2026 kita anggarkan kurang lebih Rp200 juta untuk perawatan gedung Setda. Kendala utama ada di talang, yang menyebabkan air menjalar ke mana-mana, tidak pada tempatnya. Akibatnya plafon rusak dan tembok menjamur,” kata Udin.
Dari pernyataan Udin tersebut dapat diambil kesimpulan jika adanya jeda waktu yang cukup panjang antara kebutuhan mendesak dan realisasi anggaran.
Padahal, kondisi warna fisik gedung tersebut terus memburuk, meninggalkan kesan bahwa perhatian terhadap fasilitas publik bukanlah menjadi prioritas.
Dan jika tidak segera ditangani, wajah buram Gedung Setda Kabupaten Tulungagung Jawa Timur akan terus menjadi catatan kritis yang mencederai citra kebersihan pemerintahan daerah.
Sigit
