Langkat (Sumut), kompasone.com - Sekitar dua ribu warga korban banjir dari Kecamatan Besitang, Brandan Barat, Gebang, dan wilayah sekitarnya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Langkat, Senin (20/4/2026) pagi.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bentuk protes terhadap penyaluran bantuan pascabanjir yang dinilai tidak merata dan cenderung tebang pilih.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan agar anggota DPRD Langkat turun langsung mengawasi proses distribusi bantuan. Warga meminta agar seluruh korban terdampak mendapatkan hak yang sama tanpa diskriminasi.
Dalam orasinya, sejumlah perwakilan warga mengungkapkan bahwa hingga lebih dari empat bulan pascabencana banjir, masih banyak korban yang belum menerima bantuan pemulihan. Bantuan yang dimaksud meliputi dana stimulan ekonomi, jatah hidup (jadup), hingga ganti rugi atas kerusakan perabotan rumah tangga.
“Kami sudah menunggu berbulan-bulan, tapi bantuan belum juga kami terima. Sementara ada yang sudah mendapatkan lebih dulu. Ini yang kami pertanyakan,” ujar salah seorang peserta aksi.
Massa juga menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan aksi lanjutan jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Mereka berharap DPRD Langkat dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tersebut secara adil dan transparan.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib hingga siang hari. Perwakilan massa akhirnya diterima untuk melakukan dialog dengan sejumlah anggota DPRD guna menyampaikan aspirasi secara langsung.
(Ms Lim)
