Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Jabatan Gatut Sunu Berakhir Dramatis, Ajudan : Bapak Sembunyi di Dalam Bagasi Mobil Pak!

Senin, April 13, 2026, 18:01 WIB Last Updated 2026-04-13T11:02:01Z

 


Tulungagung, Kompasone.com - Mendung bergelanyut mesra seakan bercanda dengan awan, sesekali tampak petir menyambar menambah eksotisnya pemandangan alam.


Sore itu wilayah kota di Kabupaten Tulungagung diguyur hujan gerimis. Suasana tampak adem ayem seperti biasa.


Namun, dalam kedamain di jantung kota Tulungagung itu ternyata ada peristiwa penting yang akan tercatat dalam sejarah. 


Sore itu terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.


Bupati yang semula digadang-gadang oleh para pemilihnya untuk dapat membawa perubahan signifikan terutama perbaikan jalan di Tulungagung ini berakhir tragis di awal kekuasaan nya.


Bahkan dari kabar yang berhasil di himpun kompas-one, dikabarkan Bupati Tulungagung Terpilih Gatus Sunu Wibowo (GSW) sempat berusaha menghindar dari penangakapan penyidik KPK.


Menurut RT (Rumah Tangga)Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung, Gatut Sunu sempat bersembunyi di dalam mobil untuk menghindari Team KPK yang menyergap.


Berdasarkan penelusuran kompas-one setelah kejadian pada Jum at tersebut, suasana penangkapan berlangsung sangat tegang. Tim penyidik KPK yang tiba sekitar pukul 15.00 WIB langsung memblokir akses keluar-masuk pendapa.


"Tegang Mas, bahkan yoga sempat melawan," kata staf pendopo yang enggan di sebut namanya.


Lanjutnya, gerbang utama pedopo digembok rapat, sementara puluhan personel Satpol PP dan staf rumah tangga diminta untuk menyerahkan telepon genggam mereka.


Dan dari itu, drama pencarian sang bupati bermula. Ketika penyidik KPK kehilangan jejak Gatut Sunu di dalam area pendapa.


Tim KPK yakin ajudan bupati Dwi Yoga Ambal pasti tau keberadaan bupati dan kemudian menginterogasi.


Awalnya, Ajudan bupati yakni Yoga Ambal bersikukuh tidak mengetahui keberadaan "kanjeng" tersebut.


Namun, setelah di interogasi intensif dari penyidik KPK, si ajudan Yoga akhirnya mengaku dan menunjukkan lokasi persembunyian sang "kanjeng" yang ternyata sedang meringkuk dalam salah satu bagasi mobil di garasi pendapa.


"Bapak ada di bagasi mobil Pak," kata Yoga lemas.


Sigit

Iklan

iklan